Hukum adalah norma, aturan yang bertujuan menciptakan keadilan. Hukum adalah jiwa yang bisa dirasakan makna keadilan. Makna keadilan adalah jiwa yang senantiasa hidup dan berkembang.. Dari sudut pandang ini, catatan ini disampaikan. Melihat kegelisahan dari relung hati yang teraniaya..
17 Februari 2013
opini musri nauli : MEMPERTANYAKAN “BANJIR” KEPADA AIR YANG MENGALIR
opini musri nauli : MENUANGKAN GAGASAN DI GENERASI MUDA
15 Februari 2013
DUKUNGAN TERHADAP ANWAR SADAT TERUS MENGALIR
14 Februari 2013
opini musri nauli : Valentine day
08 Februari 2013
opini musri nauli : Poliandri dari sudut pandang hukum
05 Februari 2013
opini musri nauli : Membungkam kami adalah kesalahan terbesar
04 Februari 2013
opini musri nauli : izin atau pemberitahuan
03 Februari 2013
opini musri nauli : MEMBACA KONSPIRASI PETINGGI PARTA
31 Januari 2013
Papan pengumuman : Mohon Maaf
Ketika mendapatkan kabar Anwar Sadat, Direktur Walhi Sumsel yang ditangkap Polda Sumsel, malam itu juga saya ke Palembang.
Anwar Sadat, bersama 25 aktivis dan petani Kabupaten Ogan Ilir ditangkap aparat Polda setempat saat terjadi kericuhan pada aksi unjuk rasa di Palembang, Selasa sore.
28 Januari 2013
opini musri nauli : Menghitung kalkulasi Kasus Bupati Garut
opini musri nauli : Disparitas
Dalam suatu kasus yang sama, hukum tidak boleh dibenarkan untuk menerapkan peraturan yang berbeda. Dalam ilmu hukum biasa dikenal dengan disparitas (disparity of sentencing).
Artinya suatu kasus hukum yang sama, harus juga diterapkan peraturan yang sama. Selain untuk menghindarkan dari diskriminasi yang harus dirasakan oleh para pelaku, menggugat ketidakadilan publik juga memberikan kepastian hukum di tengah masyarakat (edukasi).
25 Januari 2013
opini musri nauli : Habibie dan Ainun
opini musri nauli : Memahami Logika Seksualitas di otak kaum lelaki
opini musri nauli : Polemik candi muara takus
20 Januari 2013
opini musri nauli : Membaca arah advokasi batu ampar
19 Januari 2013
opini musri nauli : Diduga Ada Unsur Pembiaran terhadap Tiara
08 Januari 2013
opini musri nauli : MEMPERSOALKAN "BADAN HUKUM" DALAM TINDAK PIDANA KORUPSI
03 Januari 2013
opini musri nauli : Ketika Hukum membicarakan persoalan persepsi ngangkang.
02 Januari 2013
opini musri nauli : Kecelakaan atau dugaan Pembunuhan ?
29 Desember 2012
opini musri nauli : SUMPAH POCONG DAN GANTUNG MONAS
opini musri nauli : Dimensi Perkembangan Kejahatan Pajak
28 Desember 2012
opini musri nauli : CERITA "SANG ANGGREK"
opini musri nauli : Dugaan pembunuhan berencana di rumah sakit
27 Desember 2012
opini musri nauli : Yang Terakhir dan yang duluan
23 Desember 2012
opini musri nauli : IRAMA POLITIK ANDI MALLARANGENG
22 Desember 2012
opini musri nauli : REFLEKSI AKHIR TAHUN 2013
21 Desember 2012
opini musri nauli : RUU KAMNAS DARI PERSPEKTIF HUKUM
13 Desember 2012
opini musri nauli : MANTRA SAKSI UNTUK MEMANGGIL PEJABAT
12 Desember 2012
Walhi Jambi : Tanam 1 Milyar Pohon hanya pengalihan masalah
Walhi Jambi : Tanam 1 Miliar Pohon Hanya Pengalihan Masalah
“Selain itu, menurut saya program tanam 1 miliar pohon hanya untuk mengalihkan masalah. Seharusnya, pemerintah melakukan tindakan yang lebih tepat untuk menahan laju deforestasi di Indonesia yang sangat tinggi,” ujar Musri Nauli kepada Metrojambi.com, Rabu (12/12).
Kata Musri Nauli, program tanam pohon hanya cara pemerintah untuk menutupi kesalahan masa lalu. Ketika itu, pemerintah mengobral izin HPH dan HTI sehingga penebangan hutan berlangsung secara masif.
“Akan lebih baik jika selain melaksanakan program tanam 1 milar pemerintah juga menyeret para pelaku penebang hutan secara illegal ke pengadilan. Itu lebih nyata tindakannya,” ungkapnya
Dimuat di Posmetro, 12 Desember 2012.
http://www.metrojambi.com/v1/metro/12927-walhi-jambi--tanam-1-miliar-pohon-hanya-pengalihan-masalah.html
11 Desember 2012
opini musri nauli : Tidak tahu Menurut Hukum - Fictie Hukum
Lagi-lagi jagat politik dihebohkan dengan pernyataan Presiden “banyak kasus korupsi terjadi akibat ketidakpahaman jajaran Pemerintah terhadap peraturan perundang-undangan.
Pernyataan ini cukup serius sehingga harus diberi atensi penting untuk dibahas agar tidak tersesat “paradigma” penguasa untuk membenarkan perbuatannya.
08 Desember 2012
opini musri nauli : Pandangan terhadap Andi Alfian Mallarangeng (a priori dan a posteriori)
03 Desember 2012
opini musri nauli : DUO JOKO
opini musri nauli : BERAPA USIA PEREMPUAN UNTUK MENIKAH
30 November 2012
opini musri nauli : MEMBACA AL QUR'AN DARI PERSPEKTIF HUKUM
27 November 2012
opini musri nauli : Belajar dari sang supir (Lagi-lagi Jokowi)
22 November 2012
opini musri nauli : CENTURY DAN KPK
20 November 2012
opini musri nauli : RSPO DALAM PERDEBATAN (Catatan Kecil Mengikuti Kongres IV Sawit Watch, Palangkaraya, 19 – 21 November 2012)
16 November 2012
opini musri nauli : LAGI-LAGI JOKOWI
opini musri nauli : PELAJARAN PENTING DARI JOKOWI
11 November 2012
opini musri nauli : LANGKAH DAHLAN ISKAN DAN JOKOW

10 November 2012
opini musri nauli : MEMAKNAI PAHLAWAN DITENGAH KETIDAKTELADANAN
06 November 2012
opini musri nauli : MENCARI MODEL PENYELESAIAN DILUAR PENGADILAN (Catatan Perjalanan Mengikuti RSPO)
Putusan MA Terhadap Masturo Bukan Preseden Buruk
"Atas alasan adanya ketidak sesuaian itulah MA mengambil sebuah keputusan yang berbeda dengan apa yang diputuskan di Pengadilan," katanya saat dihubungi Tribun kemarin.
Menurutnya perbedaan putusan yang terjadi antara MA dan PN disebabkan oleh banyak faktor, misalnya sudut pandang seorang Hakim PN dalam melihat perkara yang akan diputuskan. Demikian juga MA memiliki sudut pandang tersendiri dalam melihat berkas perkara.
Lalu terhadap kasus‑kasus korupsi yang diputuskan di Jambi apakah MA harus mengambil keputusan yang lebih berat dari yang diputuskan di pengadilan?
"Tentu tidak harus lebih berat, karena hal ini sesuai dengan kewenangan, bisa lebih berat dan juga bisa lebih ringan," katanya.
Menurutnya meski banyak kasus korupsi yang diputuskan di pengadilan yang setelah dinaikkan ke MA menjadi lebih berat, itu tidak menjadi preseden buruk bagi pengadilan. Karena ini, sekali lagi sangat terkait dengan kewenangan.
"Tidak semua apa yang diputuskan MA sesuai dengan fakta sebenarnya, cukup banyak keputusan MA yang tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya," katanya. (dot/mai)
http://jambi.tribunnews.com/2012/11/06/putusan-ma-terhadap-masturo-bukan-preseden-buruk








































