04 April 2021

Cerita Negeri Astinapura : Gegar Istana Alengka


Belum selesai Maha Raja negeri Aengka menarik nafas lega, sang Pengadil berjubah merah digrebrek punggawa istana..

Bersama dayang2 yg cantiknya alang kepalang.. Pinggul bak gitar spanyol.. Alis mata bak semut beriringan.. Rambut hitam melambai angin..

Cerita Negeri Astinapura : Pesta penyambutan Raja di negeri Alengka



Syahdan.. Istana negeri Alengka dibersihkan. Umbul2 mulai dipasang.. Panji2 mulai dikibarkan.. Terompet disiapkan untuk dibunyikan.. Genderang perang siap ditabuhkan..


Rakyat negeri Alengka heran.. Gerangan apa sehingga Maharaja menyambut begitu istimewa.. Bak menyambut pergantian tahun..


"Siapa yg datang ? Mengapa maharaja begitu peduli ? Ujar di kerumunan pasar sambil berbisik..

opini musri nauli : Sumbang Salah Pembesar Negeri


Syahdan.. Kamar sang Raja diketuk.. Semedi sang Raja terganggu.. Dgn muka murka, sang Raja keluar dan menghardik telik sandi yg tergopoh2 datang berlari dari alun-alun..


"Ada apa ?. Mengapa kau ganggu semediku ? Tdk bisakah kabar besok kau sampaikan !!

Cerita Negeri Astinapura : Rapalan Mantra dari Padepokan


Berkumpullah para pendekar dari berbagai padepokan.. Untuk menyampaikan mantra.. Mantra menghadapi kebakaran yg menyantroni kampung di berbagai negeri di Negeri Alengka..

opini musri nauli : Daftar Penulis kajanglako.com



Membongkar-bongkar file lama dan menemukan daftar Penulis di kajanglako.com mengingatkan memori tahun 2018. 

Dengan tulus, Pemred kajanglako.com menempatkan penulis sebagai daftar Penulis adalah bentuk apresiasi kepada Penulis. 

Sebagai Penulis, perhatian dan rasa respek dari media massa adalah oase ditengah kejumudan bangsa yang sibuk membahas berbagai persoalan. 

Rasa respek kemudian memberikan amunisi, membangkitkan semangat untuk terus menulis. Sekaligus menghilangkan capek dan jenuh ketika menulis. 

Rasa respek dari media massa adalah adrenalin untuk memenuhi tanggungjawab untuk Tetap menulis. 

Berikut daftar Penulis kajanglako.com 


Kabar negeri Astinapura : Gempar di Istana Astinapura


Terdengar kegaduhan di Padepokan negeri Alengka.. Sang pendekar memperagakan jurus yg belum tuntas dipelajari..

Pemimpin padepokan kemudian turun gelanggang.. Di panggil pendekar kepercayaan..


"Hai. Pendekar kesayangan padepokan. Apa sesungguhnya terjadi. Mengapa jurus belum tuntas harus diperagakan”..

Kabar Istana Astinapura : Gumaman Ditengah Pasar

Terlihat dikerumuman pasar, para pengelana duduk bersandar dikursi warung. Penjual kemudian menjajakan minuman dan menghidangkan minuman didepan para pengelana. 


“Tuanku. Silahkan mengaso. Minuman telah hamba hidangkan”, kata sang penjual sembari meletakkan kopi. Sekalian panganan untuk melalap minuman. 


“Terima kasih, nyai”, kata sang pengelana. Sembari meneguk minuman. Melepaskan letih setelah perjalanan jauh. 

opini musri nauli : Selembar kertas

Kehilangan HP beserta nomor Telphone dan KTP adalah bencana besar. Daya ledaknya melebihi berita meletusnya gunung Merapi. Menggetarkan melebihi badai tsunami.

Melaporkan ke provider “memerlukan selembar kertas” pengantar. Dulu masih bisa menggunakan surat tanda kehilangan dari Kepolisian. Sekarang dengan “Angkuh” tidak menerima lagi surat tanda kehilangan dari kepolisian. Harus KTP asli.


Wuih. Kayak malaikat aja. Tidak ada kebijaksanaan.

Kabar Negeri Astinapura : Kabar Pertapa Sunyi..


Sudah 2 purnama sang pertapa merampungkan mantra.. Meramu dari 9 aliran anak sungai.. Mempertemukan jurus dari seluruh pelosok negeri Astinapura.. Kesaktiannya hendak diuji dgn pendekar istana.. Yg sering salah memberikan kabar kpd Maharaja negeri Alengka..

Ketika sang mahatari hendak memasuki peraduannya.. Sang pertapa bergegas hendak ke negeri Alengka.. Mengabarkan punggawa istana hasil rapalannya..

opini musri nauli : Barang Bukti



Dalam lapangan hukum, “kriteria” mengenai barang bukti dan alat bukti mempunyai implikasi hukum yang berbeda. Mencampur-adukkan istilah ”alat bukti”, “barang bukti” dan pembuktian didalam lapangan hukum acara pidana menyesatkan.