Ketika Dokter jaga Rumah Sakit Umum menyatakan “meninggal dunia”, seketika kaki tidak terinjak bumi, badan linglung, lemah dan mata tidak percaya
Hukum adalah norma, aturan yang bertujuan menciptakan keadilan. Hukum adalah jiwa yang bisa dirasakan makna keadilan. Makna keadilan adalah jiwa yang senantiasa hidup dan berkembang.. Dari sudut pandang ini, catatan ini disampaikan. Melihat kegelisahan dari relung hati yang teraniaya..
06 Maret 2026
in memorim : Sang Bidadariku
17 Agustus 2025
opini musri nauli : Pahlawan Petani - Mengukir Kemerdekaan di Ladang Perjuangan
Hari Kemerdekaan Indonesia, yang diperingati setiap tahun, kembali mengingatkan kita pada makna kepahlawanan yang sesungguhnya. Momen bersejarah ini bukan hanya sekadar perayaan kemerdekaan, tetapi juga sebuah refleksi mendalam tentang pengorbanan, keberanian, dan dedikasi para pahlawan yang telah berjuang demi tegaknya bangsa.
Hari Kemerdekaan Indonesia yang diperingati setiap tahun, kembali mengingatkan kita pada makna kepahlawanan yang sesungguhnya. Momen bersejarah ini bukan hanya sekadar perayaan kemerdekaan. Tetapi juga sebuah refleksi mendalam tentang pengorbanan, keberanian, dan dedikasi para pahlawan yang telah berjuang demi tegaknya bangsa.
Pada dasarnya kepahlawanan tidak hanya terbatas pada medan perang atau pertumpahan darah. Jauh melampaui itu.
09 Agustus 2025
opini musri nauli : Pejuang Rakyat yang Kukenal
Padal pukul 00.20 malam, Ketika masih didepan laptop, mencari file yang dibutuhkan, Tiba-tiba sebuah gambar WA masuk. Sebuah ucapan dukacita. “KELUARGA BESAR AMAN WILAYAH BENGKULU. Mengucapkan turut berduka cita atas meninggalnya NAHADIN bin SATUN. Pejuang Masyarakat Adat”.
Waduh. Akupun tersentak. Benar-benar kaget. Nama yang sangat kukenal.
Teringat belasan tahun yang lalu. Saat itu masih nongkrong di Walhi Jambi. Mendapatkan kabar adanya penangkapan masyarakat yang menolak keberadaan perusahaan sawit.
Namun bukan hanya masyarakat yang ditangkap. Dua orang Staf Walhi Bengkulu. Dwi Nanto dan Firman.
08 November 2024
in Memoriam - Kisah Heroik ditengah petualangan
Ketika lagi asyik didepan laptop memperbaiki bahan-bahan yang memerlukan konsentrasi tinggi, tiba-tiba suara message Whatapp masuk. Terkirim photo dari DD Shineba. Photo ketika di puncak Gunung Tambora.
Seketika ingatan kemudian melayang. Lebih 9 tahun yang lalu. Ya. Pendakian Gunung Tambora di NTB. Waktu itu Tengah dilangsungkan kegiatan Konsultasi Nasional Lingkungan Hidup (Rapimnas Pimpinan Walhi nasional - Daerah). Walhi NTB kemudian menjadi tuan rumah.
Diluar suasana KNLH, peserta yang terdiri dari Eksekutif Nasional, Dewan Nasional, Direktur Walhi Daerah dan Dewan Daerah kemudian terbelah. Ada sebagian yang mau ke Pantai Giri Trawangan ataupun ke Pantai. Namun sebagian kemudian malah mau mengikuti pendakian Gunung Tambora.
Salah satu Gunung yang menghebohkan ketika meletus 200 tahun yang lalu. Asapnya hingga ke Eropa. Yang memaksa Eropa kemudian gelap. Dan musim Salju yang tidak berkesudahan. Akibatnya pasukan Napolean Bonaparte (Perancis) sama sekali tidak bisa digerakkan. Sehingga Perancis mengalami kekalahan dimana-mana.
29 September 2024
opini musri nauli : Asaad Isma yang Kukenal
Ketika sedang rapat untuk membahas strategi tim Pemenangan Al Haris-Sani, ditengah-tengah rapat kemudian mendapatkan kabar.
“Rektor UIN meninggal”, kata salah satu kru rapat. Kamipun sepakat. Setelah rapat kemudian melayat kerumah Dinas Rektor UIN.
Melihat Assad Isma (Asaad) yang terbaring di ruang Tengah rumah dinas Rektor UIN Sulthan Thaha Saifuddin (UIN), teringat kisah-kisah lama Bersama dengan almarhum. Menggali memori 25 tahun terakhir.
Almarhum kukenal seingatku tahun 1996. Waktu itu menjelang turun dan jatuhnya Presiden Soeharto.
26 Agustus 2024
opini musri nauli : Adinda Bambang Isnaini - Manusia humble tiada tara
Mendapatkan kabar duka dari Facebook, seketika jantungku segera copot. Langsung kuhubungi abangnya. Feri Irawan (Feri). Direktur Walhi Jambi 2000 -2008.
“Iya, wak. Nih lagi di Rumah Sakit”, HP kemudian ditutup.
Segera aku bergegas. Namun aku ternyata kelupaan. Menanyakan Rumah Sakitnya. Akhirnya aku menunggu di dekat rumahnya.
Aku mengenal entah berapa tahun. Yang kutahu dia adik Feri yang rajin ke Walhi Jambi saat abangnya masih menjadi Direktur Walhi Jambi.
Anaknya supel. Praktis pemuda ideal. Sehingga tidak salah selain kegantengan, praktis sama sekali tidak pernah aku mendengarkan merokok. Apalagi alkohol. Tidak salah kemudian dia adalah salah satu pemuda idaman yang menjadi idola remaja putri.
26 Februari 2023
opini musri nauli : Selamat Jalan, Datuk Usman
Tiba-tiba sebuah pesan masuk melalui group WA “Assalamualaikum warahmatulahi wabarakatuh, innalilahi waina ilaihi rojiun, telah meninggal dunia USMAN GUMANTI BIN BURHANUDDIN PUKUL 18.05 WIB Di Rumah sakit RSUD Raden Mataher insya Allah almarhum di ampuni dosa2 nya, di terima amal ibadahnya, di lapangkan kuburnya, dan keluarga yang di tinggalkan di beri kesabaran dan ketabahan, aamiin”.
Demikian kabar duka sabtu sore, Pukul 18.32 tanggal 25 Februari 2023.
Seorang pejuang adat yang tekun sejak beliau masih berusia muda. Usman Gumanti yang kemudian sering juga kami panggil “Datuk Usman”.
07 Juli 2022
opini musri nauli : In Memoriam - Sang Petarung Sejati
Mendapatkan kabar telah perginya sang petarung sejati, Sahnan Sahuri Siregar (Sahnan) tiba-tiba menyentak. Sekaligus mengagetkan.
Selain mengenal sepak terjangnya didunia hukum yang “keberaniannya” tidak bisa diukur, kiprahnya yang memilih bantuan hukum kepada masyarakat Kecil memang membuat namanya kemudian melambung hingga menjadi “rujukan” kepada generasi muda. Yang memilih Tetap di barisan tapak.
28 Mei 2022
opini musri nauli : Buya Syafii - Generasi Mengaji di Surau
Tiba-tiba Indonesia kehilangan “Guru Bangsa’. Sebuah keteladanan yang tiada putus disebutkan.
Membicarakan Buya Syafii terbayang akan kesederhanaan, keteladanan bahkan rasa decak kagum atas semangat tentang Indonesia.
opini musri nauli : Nurul Fahmi - In Memoriam
“Bang, bang Fahmi dirumah sakit Umum”.
“Bang, ketuo Fahmi meninggal di rumah sakit umum”.
Badan sedang rebahan kemudian tersentak bangkit. Bak Berita “halilintar” di siang Bolong.
28 Agustus 2021
opini musri nauli : Prof. Dr. Bahder Johan, SH, MH - Guru Langit yang Membumi
Mendapatkan kabar meninggalnya Prof. Dr. Bahder Johan Nasution, SH, MH (Prof. Bahder) tiba-tiba menyentak dada. Rasanya belum usai menerima kabar dua orang dosen sebelumnya. Kepergian Prof. Bahder Tetap meninggalkan kesan yang mendalam.
Secara pribadi, mengenal beliau waktu menjadi Dosen Fakultas Hukum Unja. Waktu itu, Prof Bahder masih dosen gelar S 1. Belum menjadi orang yang diperhitungkan dalam kancah tingkat nasional.












