24 April 2024

opini musri nauli : Sensasi Mudik 2024

 

Setelah merasakan sensasi mudik tahun 2022 yang menyusuri Pantai Timur Sumatera dimulai dari Jambi melewati Pekanbaru, Rantau Parapat, Prapat (Danau Toba). Kemudian turun melalui Padang Sidempuan, Bukittinggi (Lintas Tengah)  kemudian berbelok Padang, Painan (Pantai barat Sumatera) ke Kerinci, Bangko dan Jambi, akhirnya tahun 2024 malah “menyeberang” ke ujung Jawa. 


Kisah Bermula ketika hari sabtu (beberapa menjelang Idul Fitri) perjalanan dimulai. Perjalanan dimulai pagi hari dengan harapan sore ataupun menjelang malam hari sudah masuk ke pelabuhan bakauheni. 


Pagi sabtu, Jambi - Palembang semula lancar hingga ke Betung. Namun alangkah kagetnya. Ketika siang menjelang sore hari kemudian “terjebak” macet hingga 8 jam. 

Keluar dari Betung hingga ke Palembang kemudian sampai jam 11 malam. Mengingat kondisi lelah dan tidak memungkinkan perjalanan panjang yang bisa mencapai 5-6 jam, akhirnya “memilih istirahat” dulu di Palembang. 


Pagi hari kemudian mulai menempuh ke Bakauheni. Lagi-lagi berharap “sore” dapat menyeberang. Namun kemudian “terganjal” arus mudik. Sejak jam 4 sore menunggu didepan Dermaga, jam 8 malam baru dapat menyeberang naik kapal. 


Disebabkan malam hari tentu saja tidak dapat ditempuh dengan cepat. Sempat memakan waktu hingga 3 jam. 


Namun kemudian beruntung turun di Pelabuhan Ciwandayan. Sudah termasuk Cilegon. Bukan turun di Merak. Jaraknya cukup jauh. 


Malah dapat pemberitaan. Macet total dari Pelabuhan Merak sampai 10 km. 


Kendaraan kemudian dipacu. Hingga akhirnya hampir menjelang Sahur kemudian tiba di Depok. Tempat kediamana putri sulungku. 


Setelah siang hari, dimulailah perjalanan panjang. Menempuh Tol Jawa. Depok - Batu. Salah satu Kota di Provinsi Jawa Timur. Jaraknya cukup jauh. Sekitar 800 km. Tol Jawa. 


“Sempat Sahur” menjelang km 672, akhirnya supir digantikan. Putra keduaku yang kemudian menggantikan. 

Keluar dari Tol malah kemudian jalan Mojokerto - Kertosono yang “padat”, Pasar Subuh hingga kemudian mulai mendaki. Kayaknya mengeliling Pegunungan. 


Akhirnya kemudian tiba menjelang pukul 08. Pagi. 


Sempat berbuka puasa terakhir di Batu, persiapan untuk Idul Fitri juga dilakukan. Termasuk mencari masjid ataupun lapangan yang menyediakan Sholat Idul Fitri. Akhirnya malam kemudian sudah memastikan. Adanya Masjid didekat tempat penginapan. Hanya jalan kaki sekitar 200 m. 


Lebaran sebentar kemudian siang perjalanan dilanjutkan. Rencana hendak menyusuri Pantai Utara Jawa dimulai dari Surabaya. Rencana lama disusun dimulai dari Surabaya kemudian ke berbagai kabupateh/Kota di Pantai Utara Jawa. 


Namun setelah makan siang di Malang, malah “kesorean” hendak ke Surabaya. Mengingat waktu harus kejar ke Kudus, akhirnya disepakati dari Malang langsung berbelok ke Kudus. Sehingga tidak jadi ke Pantai Utara Jawa melewati Surabaya. Tentu saja melipir sedikit dan kembali menempuh Tol Jawa. 


Setelah keluar dari tol Jawa kemudian keluar ke Semarang, melewati Demak akhirnya jam 11 malam kemudian tiba di Kudus. 


Dari Kudus malah dapat kabar adanya teman yang kebetulan lagi dirumah Keluarga istrinya. Kabupaten Pati. Jaraknya cuma 26 km akhirnya kemudian “mampir” sore hari di Pati. 


Dari Pati kemudian langsung ke Bandung. Rencana 2 hari disana. Setelah itu baru balik ke Depok. 


Perjalanan panjang mudik 2024 mengingatkan perjalanan panjang mudik 2022. Pekanbaru, Rantau parapat, Danau Toba, Padang Sidempuan, Bukittinggi, Padang, Painan, Kerinci, Bangko dan Jambi. 


Atau perjalanan akhir tahun 2020 Jambi - Bali PP. 


Apabila dirunut maka perjalanan sudah menempuh Jambi - Depok = 800 km. Kemudian Depok - Batu = 800 km. Sehingga Total perjalanan pergi  Jambi - Batu = 1600 km. 


Sedangkan perjalanan Malang - Kudus = 400 km. Kudus - Pati = 26 km. Pati - Semarang = 90 km. Semarang - Bandung = 360 km. Bandung - Depok = 167 km. Dan Depok - Jambi 800. Sehingga total perjalanan balik ke Jambi mencapai 1850 km. 


Sehingga total perjalanan arus mudik -arus balik 2024 = 3500 km. 


Apabila dibandingkan dari Pulau Sabang hingga ke Merauke mencapai 5300 km, maka perjalanan kali  ini Sudah menempuh 2/3 Indonesia. 

Perjalanan arus mudik - arus balik 2024 tetap kalah ketika perjalanan akhir tahun 2020. Yang menempuh hampir 4 ribu km. 


Namun jauh diatas arus mudik - arus balik 2022 yang menempuh Jambi - Pekanbaru - Danau Toba - Padang Sidempuan - Bukittinggi - Padang - Painan - Kerinci - Jambi yang totalnya hanya mencapai 2400 km. 


Dari perjalanan arus mudik - arus balik tentu saja merasakan sensasinya. Baik perjalanan mudik, liburan akhir tahun Jambi - Bali, Jambi - Danau Toba, Jambi - Batu memberikan kesan yang mendalam. 


Baik menikmati perjalanan  macet, merasakan “suasana arus mudik”, jalannya yang hancur ataupun menikmati tol nyaman dari Palembang - Jawa hingga ke Bali merupakan “sensasi tersendiri”. 


Dari perjalanan kemudian dapat diketahui bagaiman infrastruktur jalan yang ditempuh. 


Dari Jambi hingga ke Danau Toba harus “merasakan” jalan yang padat, pasar tumpah, jalannya yang sempit (lintas Timur Sumatera). 


Bahkan yang lebih Parah adalah menjelang masuk Padang Sidempuan, masuk Pasaman Barat hingga menjelang ke Bukittinggi. 


Ataupun setelah Painan menuju Sungai Penuh yang harus mengelilingi bukit, jalan kecil yang dikeliling jurang yang dalam. 


Bandingkan apabila jalan tol dari Palembang hingga ujung Pulau Jawa. Hanya “bermental baja” menekan pedal gas yang hanya melewati tol. Sama sekali tiada hambatan. 


Rencana Jalan tol Sumatera yang menghubungkan Banda Aceh hingga penyeberangan Bakauheni malah hanya bisa dinikmati Palembang ke Bakauheni. Ataupun Pekanbaru hingga 120 km ke arah Sumut.  


Konon “katanya” tol Jambi - Betung  - Palembang yang mampu memangkas hanya tinggal 190 km.  Ataupun dapat ditempuh 3 jam. Jauh dari perjalanan normal 270 km yang “paling cepat” dapat ditempuh 6-7 jam. Nada optimis disebutkan akan Fungsional Juli. Kalaupun belum “kelar” baru dapat dinikmati akhir tahun 2024. 


Begitu juga Jambi - Rengat - Pekanbaru yang mampu memotong dari semula 380 km (rata-rata 8 jam) hanya tinggal 198 km (rata-rata 4 jam). Doakan semoga bisa Operasional awal tahun 2025. 


Sehingga diharapkan akhir tahun atau awal tahun 2025, dari Pekanbaru hingga Bakauheni dapat dinikmati. 


Namun sembari menunggu Jambi - Palembang, jalur tol Palembang - Jakarta Sudah dinikmati sejak 2021. Waktu itu “kilir mudik dak karuan” sidang di MK. 


Sudah berani mengagendakan Sore dari Jambi menjelang subuh sudah Sampai di Jakarta. 


Apalagi nanti tol Jambi - Palembang Sudah siap, maka Jambi - Bakauheni Sudah dapat direncanakan. 


Pagi Masih makan di Jambi, malam hari sudah sampai di Jakarta. 


Ah. Semoga Diberikan kesempatan dan waktu untuk merasakan sensasi Banda Aceh - Bakauheni  = 2400 km (tol Sumatera)