07 Maret 2017

PERANG CANDU ALA DUNIA



Akhir-akhir berita penangkapan sabu-sabu yang hendak masuk ke Jambi menarik perhatian saya. Jumlah yang masuk dan beredarnya sabu-sabu sudah sangat memprihatinkan.

Cerita tentang sabu-sabu mengingatkan beberapa peristiwa didalam persidangan. Baik keterangan yang didapatkan dari saksi maupun dari tersangka sendiri, maka saya kemudian menyadari kebutuhan sabu-sabu di Jambi sendiri cukup tinggi.

Dengan penghitungan 1 kg, maka dari 1 kg kemudian dapat menghasilkan 10 kantong. Istilah kantong adalah sabu-sabu yang sudah dibagi. Dengan demikian maka 1 kantong seberat 100 gram.

opini musri nauli : Sedih Kura-kura di Pagi Hari

Sudah berapa lama kura-kura menunggu kedatangan sang burung. Dengan sabar sang kura-kura terus menunggu cerita dari sang burung. Tapi Burung yang ditunggu tidak datang.. 

06 Maret 2017

opini musri nauli : KURA-KURA DAN BURUNG

Setelah menempuh perjalanan panjang, hinggaplah burung di sebuah pohon. Terdengar sayup-sayup suara memanggil..


“Hai burung, mengapa engkau hinggap di pohon. Turunlah kesini. Mari kuceritakan kepadamu tentang dunia. 

05 Maret 2017

opini musri nauli : Majapahit Minangkabau



Didalam cerita-cerita rakyat, pengakuan yang berasal dari Jawa atau Mataram dapat dijumpai di Dusun Pulau Tengah[1], Dusun Renah Pelaan. Bahkan cerita ini begitu hidup di Marga Tiang Pumpung, Marga Renah Pembarap dan Marga Senggrahan.

02 Maret 2017

opini musri nauli : 4 TAHUN BELAJAR LINGKUNGAN



Waduh.. Ngapo pula jadi Direktur Walhi Jambi.. Kayak kurang gawe-an be. Rudinya mano ? ”. Itu ujar istriku ketika membaca surat keputusan PDLH LB Walhi Jambi yang menetapkan sebagai Direktur Walhi Jambi. Surat keputusan “tergeletak” di dashboard mobil.

01 Maret 2017

opini musri nauli : RUDIANSYAH YANG KUKENAL



Usai PDLH VI Walhi Jambi dengan terpilihnya Hardi Yudha, Oscar dan Joy sebagai Dewan Daerah dan Rudiansyah (Rudi) Sebagai Direktur Walhi Jambi 2017-2021. Sebuah proses panjang setelah PDLH yang semula diadakan akhir November namun baru bisa dilaksanakan akhir Februari 2017.


27 Februari 2017

opini musri nauli : TUGAS MAS GIE




Ketika Mas Gie (Sugianto) yang menerangkan tentang tugas, fungsi dan panggilan sebagai pendeta dari GKSBS (Gereja Kristen Sumatera Bagian Selatan) yang disampaikan di muka persidangan Pengadilan Negeri Menggala (Kabupaten Tulang Bawang), Lampung, sekaligus membantah “tuduhan” Jaksa Penuntut Umum sebagai “provokator” - sebagaimana dakwaan Jaksa Penuntut Umum, ingatan saya kemudian melayang “fungsi” umat manusia didalam melihat ketidakadilan.

Sebagaimana seruan yang disampaikan dalam Sidang Dewan Gereja-gereja  (DGD) se-dunia di Porto Alegre tahun 2006, DGD memprakarsai suatu program yang focus pada penghapusan kemiskinan, menantang akumulasi kekayaan dan mengawal keutuhan ekologis yang berlandaskan pada pemahaman bahwa kemiskinan, kekayaan dan ekologi berkelindan secara utuh.

22 Februari 2017

opini musri nauli : Marga dan Perkembangannya


Dalam perkembangan Marga di Jambi tidak luput mengalami perkembangan dan meninggalkan jejak.  Atau sebaliknya. Hilang.

21 Februari 2017

opini musri nauli : Dr Helmi – Akademisi Tulen dari Kampus




Ketika mendapatkan kabar Dr Helmi menjadi Dekan Fakultas Hukum UNJA maka teringat kenangan 13 tahun yang lalu. Seorang mahasiswa angkatan 90-an Fakultas Hukum UNJA yang baru selesai ujian skripsi.

19 Februari 2017

opini musri nauli : Marga Sumay




Didalam peta Pemerintah Belanda tahun 1923 “Schetskaart Residentie Djambi Adatgemeenschappen (Marga's) schaal 1 : 750.000, dikenal Marga Sumay. Marga Sumay, Marga VII Koto, Marga IX Koto, Marga Petajin Hulu, Marga Petajin Ilir dan Marga Tabir Ilir termasuk kedalam wilayah administrasi Kabupaten Tebo. Didalam bukunya F. J Tideman dan P. L. F, Sigar “De Jambi” kemudian disebut “onderafdeeling Tebo[1]’. Marga Sumay langsung berbatasan dengan Residentie Riouw en Onderhoorigheden[2], Marga IX Koto, Margo Petajin Ulu. Pusat Margo Sumay di Teluk Singkawang. Sedangkan Margo IX Koto di Teluk Kuali. Dan Margo Petajin Ulu di Maro Tebo.