01 September 2015

opini musri nauli : Datuk Paduko Berhalo


Didalam hiruk pikuk Pilgub, tema Selat Berhala sempat memantik diskusi. Terlepas dari putusan MK, Selat Berhala tidak dapat dipisahkan dari Datuk Paduko Berhalo.


Berbagai literatur telah menempatkan Datuk Paduka Berhalo sebagai obyek pembahasan. Dikisahkan Tuanku Ahmad Salim dari Gujarat berlabuh di selat berhala. Dia mendirikan pemerintahan baru dan bergelar Datuk Paduko Berhalo. Dia menikah dengan Putri Pinang Masak. Mohammad Redzuan Othman menyebutkanya “Puteri Selaras Pinang Masak. Datuk Paduko berhalo memerintah 1460 masehi.

24 Agustus 2015

opini musri nauli : Tambo sebagai Nilai Pengelolaan Hutan






TAMBO[1] SEBAGAI NILAI PENGELOLAAN HUTAN[2]
Musri Nauli[3]



Ketika undangan dari Fakultas Kehutanan Universitas Jambi dengan tema “Kearifan dan Pengetahuan Lokal dalam Konteks Pengelaan Hutan[4]”, maka penulis berkesempatan untuk menyampaikan persoalan yang paling mendasar. Persoalan untuk memahami persoalan ini dari konteks dan sudut pandang yang berbeda.

Penggunakan kata “sudut pandang  yang berbeda” berangkat semata-mata penulis mengajak kepada kita semua, agar memahami persoalan ini secara utuh dan sementara meninggalkan pengetahuan yang didapatkan dari kampus[5]. Kesempatan ini juga digunakan untuk menoleh sejenak kepada tatacara pengetahuan masyarakat didalam memandang hutan dan tata cara memandang hutan.

20 Agustus 2015

Refleksi Pengelolaan Hutan Desa

 

Refleksi pengelolaan Hutan Desa... ilmu dari alam semakin digali, semakin kita tidak berarti apa-apa...


Bangko, 20 Agustus 2015..

19 Agustus 2015

opini musri nauli : Petadjin Ilir


Akhir-akhir ini kita dikabarkan tentang meninggalnya Indra Pelani di Bukit Rinting, Lubuk Mandarsyah, Tebo. Lokasi meninggalnya kemudian merupakan tempat “antara masyarakat” Lubuk Mandarsyah dengan izin PT. WKS. Group APP sebagai penyuplai bubur kertas dan pemain utama di Indonesia.

16 Agustus 2015

opini musri nauli : WAJAH ELANTO






Kami tidak terlalu khawatir
jika anak-anak sekolah dasar kami tidak pandai Matematika”
Kami jauh lebih khawatir jika mereka tidak pandai mengantri.”
Guru di Australia

Di negara maju sekalipun, budaya antri tetap menjadi kekhawatiran para guru. Guru resah apabila murid-murid tidak antri. Budaya antri sudah menjadi lambang dari masyarakat yang beradab.

Leadership Basic Training BEM STIKBA, Jambi, 16 Agustus 2015

 

Semangat muda selalu menambah amunisi untuk menatap langkah ke depan...

Leadership Basic Training BEM STIKBA, Jambi, 16 Agustus 2015

06 Agustus 2015

opini musri nauli : BABEL DALAM PUSARAN TAMBANG



BABEL1 DALAM PUSARAN TAMBANG

Ketika mendengarkan nama Bangka Belitung (Babel), maka yang terbayang adalah Timah, Laskar Pelangi dan dan Ahok (Basuki Tjahaja Purnama). Semuanya tidak mudah dilupakan karena cerita yang mudah diingat dan paling sulit dilupakan. Babel merupakan nama Propinsi tahun 2001 setelah sebelum masih tergabung dengan Propinsi Sumatera Selatan. Terdiri dari 407 pulau namun hanya 50 pulau yang berpenghuni.

29 Juli 2015

opini musri nauli : AGAMA UNTUK ANAKKU



Masalah moral masalah akhlak..
Biar kami cari sendiri..
Urus saja moralmu..  urus saja akhlakmu
Peraturan yang sehat yang kami mau..
(Manusia Setengah Dewa, Iwan Fals)


Entah mengapa saya suka sekali syair yang disampaikan oleh Iwan Fals sebagai perwakilan suasana hati dan gundah terhadap cerita dari putraku. Ya. Tutur cerita kali ini menanggapi  pertanyaan putraku.

28 Juli 2015

opini musri nauli : PILGUB JAMBI 2015



Tanggal 27 Juli 2015 merupakan hari bersejarah bagi pemilik suara 2,5 juta (Pilpres 2014) rakyat Jambi. Dua pasang kandidate mendaftarkan ke KPU. Hasan Basri Agus-Edi Purwanto (BA-EP) yang didukung Partai Demokrat, PDI-P, Partai Gerindra, PKS dan Zumi Zola – Farori Umar (ZZ-FU) yang didukung PAN, PKB, PBB, Partai Hanura dan Partai Nasdem. Dengan didukung partai, maka HBA-EP memenuhi persyaratan dengan total kursi di DPRD Propinsi 25 kursi (45,45%). Begitu juga dengan ZZ-FU dengan 18 kursi (32,73%). Tinggal persyaratan teknis yang disusun oleh KPU Propinsi Jambi untuk mengesahkannya.

26 Juli 2015

opini musri nauli : Berjalan di Negeri Minangkabau




BERJALAN DI NEGERI MINANGKABAU[1]


Menyebut Minangkabau maka yang terbayang adalah makanan rendang, petatah-petitih, rumah adat yang khas dengan kepala tanduk kerbau hingga berbagai panorama indah di Barat-nya Sumatera. Pengaruh Minangkabau ataupun kebudayaan Minangkabau di Propinsi Sumatera merata mulai dari kawasan pantai barat yang memanjang di Sumatera mulai dari barus hingga Indrapura.