27 Agustus 2014

opini musri nauli : KESOMBONGAN INTELEKTUAL



Pilpres 2014 telah berlalu. Suasana hiruk pikuk yang mewarnai pilpres memberikan banyak pelajaran. Baik kepada pendukung Prabowo-Hatta ataupun Jokowi-JK.

Namun tentu saja pilpres tidak boleh berlalu begitu saja. Pembelajaran pilpres tidak boleh hanya sekedar pengetahuan segelintir orang. Pembelajaran pilpres harus menjadi pembelajaran kita semua.

26 Agustus 2014

opini musri nauli : ROBOHNYA SEKOLAH KAMI


Berita “ambruknya sekolah SD 164/IV Jambi Timur” menyentak nurani kita. Dari peristiwa terdapat 14 siswa yang menderita luka-luka yang dibawa ke rumah sakit.


Sekolah yang dibangun sejak tahun 1981 sama sekali belum pernah mengalami perbaikan kecuali “cuma mengganti seng” dan membuat jalan berupa papan.

25 Agustus 2014

opini musri nauli : ADA APA DENGAN ORGANISASI ISIS ?


Menarik tema yang ditawarkan berbagai kalangan mengenai organisasi ISIS (yang mengaku mendirikan organisasi islam dengan model sentrum dunia). Dari berbagai pendapat yang penulis baca, “kesan' yang ditimbulkan adalah membicarakan ISIS sebagai organisasi Islam yang hendak mendirikan negara islam ataupun negara yang berasaskan islam.

Titik sentuh menggunakan konstitusi, hak asasi dan konsep “pemikiran”. Penulis tertarik menyandingkan pendekatan yang digunakan sebagai alas membedah konsep ISIS itu sendiri.

20 Agustus 2014

opini musri nauli : TEROR PANSUS DAN KOALISI PARLEMEN



Pilpres sudah usai. Tanggal 9 Juli 2014, rakyat sudah menentukan aspirasinya politiknya. Terlepas dari berbagai evaluasi dari partai-partai, hasil yang diterima partai cukup mengejutkan.

Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan memperoleh 109 kursi. Partai Golongan Karya (Golkar) memperoleh 91 kursi. Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) memperoleh 73 kursi. Partai Demokrat memperoleh 61 kursi. Partai Amanat Nasional (PAN) memperoleh 49 kursi. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memperoleh 47 kursi. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memperoleh 40 kursi. Partai Persatuan Pembangunan (PPP) memperoleh 39 kursi. Partai Nasdem memperoleh 35 kursi
Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) memperoleh 16 kursi.

19 Agustus 2014

opini musri nauli : AHLI DI MK


Dalam persidangan pilpres 2014, para pihak menghadirkan ahli. Dari pihak pemohon diantaranya dihadirkan Yusril Ihza Mahendra (YIM), Margarito Kamis, Imron Putra Sidin (IPS). Sedangkan dari KPU dihadirkan Harjono (mantan hakim MK). Dan dari pihak Jokowi diantaranya menghadirkan Saldi Isra.

15 Agustus 2014

opini musri nauli : MAKNA DEMOKRASI INDONESIA





Sidang di MK dalam perselisihan pilpres 2014 meninggalkan pertanyaan penting. Bagaimana pelaksanaan Pilpres 2014 di sebagian besar di Papua dan Papua Barat dengan sistem noken ?

14 Agustus 2014

opini musri nauli : Ancaman Karst di Hulu Sungai Batanghari





Sebelum lahirnya UU No. 5 tahun 1979 Tentang Pemerintahan Desa, di daerah hulu[1] Sungai Batanghari[2], masyarakat mengenal Dusun sebagai pemerintahan terendah (village government). Dusun terdiri dari beberapa kampung. Mengepalai Kepala Dusun adalah Depati. Dibawah Depati adalah Mangku. Dusun-dusun kemudian menjadi Margo. Pembagian kekuasaan dalam negeri atau dusun di daerah hulu adalah bathin dengan gelar Rio, Rio Depati atau Depati, di daerah hilir penguasanya adalah Penghulu atau Mangku dibantu oleh seorang Menti (penyiar, tukang memberi pengumuman[3]

12 Agustus 2014

opini musri nauli : Prabowo Pemenang Pilpres 2014


Kalo kita ada sedikit waktu untuk melihat perjalanan panjang pilpres 2014, maka kita bisa menentukan apakah Prabowo atau Jokowi sebagai pemenang Pilpres 2014. Dalam kurun waktu tahun 2014 bisa membantu kita untuk meneropong perkembangannya.


Januari 2014. Walaupun Prabowo, meski mengalami penurunan elektabilitas dari 13,3% pada Desember 2012 – 11,1% Desember 2013, namun Prabowo cukup diperhitungkan. Jokowi sendiri meraih posisi aman 43,5%.

11 Agustus 2014

opini musri nauli : BATTLE OF ADVOKAT

Persidangan di MK terhadap permohonan keberatan Pilpres Prabowo – Hatta telah dilangsungkan. Kita menyaksikan berbagai fakta-fakta yang kemudian dihubungkan dengan dalil yang disampaikan Prabowo – Hatta.

opini musri nauli : Ahok - Sang Penghancur Mitos


Rencana Pemprov Jakarta untuk pelebaran Jalan Arjuna di Jakarta Barat ditunjukkan sikap tegas Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. “Nah, terkait pelebaran Jalan Arjuna di Jakarta Barat, ternyata bukan hanya akan berdampak pada pedagang tanaman hias. Air mancur Mal Taman Anggrek pun terancam dibongkar. “Air mancur Taman Anggrek kita bongkar, enggak peduli Feng Shui, kita bongkar”


Sesuai rencana, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, Jalan Arjuna Utara dan Selatan yang terletak di pinggiran tol Kebun Jeruk akan dilebarkan hingga 18 meter. Pelebaran ini juga akan memakan lahan Universitas Indonesia Esa Unggul, Apartemen Menara Kebon Jeruk, dan berbagai ruko.

Tidak ada yang aneh dari pernyataan Ahok. Namun sikap tegas Ahok termasuk mengenyampingkan “feng shui” menarik di dunia politik sekarang.