10 Januari 2019

opini musri nauli : Kitab






‘Dimanapun mereka membakar buku,
pada akhirnya mereka akan membakar manusia.’ – Heinrich Heine

opini musri nauli : SUNYI


Kerja adalah cinta, yang ngejawantah. Dan jika kau tiada sanggup bekerja dengan cara. Hanya dengan enggan. Maka lebih baik jika kau meninggalkannya. Lalu mengambil tempat di depan gapura candi. Meminta sedekah dari mereka. Yang bekerja dengan suka cita. (Dari "sang Nabi", Kahlil Gibran)

Puisi dari Kahlil Gibran yang kemudian dituangkan menjadi bait-bait lagu oleh Klakuistik didalam judul lagunya, “HEY”, kemudian dilanjutkan “Angkat wajahmu. Bermuram durja tak guna. Susunlah lagi rencana yang harus engkau benahi. Bangun jiwa, bangun raga bijana.

09 Januari 2019

opini musri nauli : KEDAULATAN PEREMPUAN TERHADAP TUBUH


Akhir-akhir ini pembicaraan perempuan mendominasi public. Bisik-bisik tetangga kemudian berkembang menjadi “daya paksa” oleh negara.

08 Januari 2019

opini musri nauli : Kupu-kupu Malam atau Pramuria



Musri Nauli

Siapa yang masih ingat lagu Titik Puspa yang berjudul “Kupu-kupu Malam”, tahun 1977. Atau Lagu “Kisah Seorang Pramuria” (The Mercys), era tahun 1970-an yang kemudian didaur ulang oleh Boomerang tahun 1999 ?

opini musri nauli : Perawat Tradisi



Mendapatkan kabar menjadi anggota DPRD Provinsi Jambi pengganti antar waktu, saya kemudian teringat dengan komunikasi pertengahan 2016.

07 Januari 2019

opini musri nauli : SEPELE


Kesalahan kecil ataupun hal-hal yang dianggap sepele semakin mengkhawatirkan. Selain mengganggu membacanya, ucapan atau tulisan yang disampaikan oleh para pesohor negeri ataupun petinggi negeri justru akan memberikan dampak buruk kepada generasi anak muda.

06 Januari 2019

opini musri nauli : Kutukan Datuk Paduko Berhalo




Ditengah-tengah masyarakat Melayu Jambi, dalam menyusuri setiap tempat yang dilalui, berbagai kisah tentang Raja Jambi mewarnai pembicaraan. Entah sebagai bahan refleksi, berkaitan dengan Pilkada hingga tanda-tanda alam yang memayungi kampong mereka.

04 Januari 2019

opini musri nauli : Perempuan



Dengan dikeliling benteng yang dipagari perempuan, Kabinet Jokowi mempunyai keunikan. Menempatkan Susi Puji Astuti (Susi), Siti Nurbaya Bakar (SN) dan Rini Suwandi (Rini). Menteri Susi kemudian menempatkan posisi sebagai Menteri kelautan dan Perikanan. SN menjabat Menteri Lingkunan Hidup Dan Kehutanan (KLHK) dan Rini Menjabat menteri BUMN. Terakhir kemudian masuk Sri Mulyani setelah “balik kampong” dari IMF menjadi Menteri Keuangan.Strategi yang semula belum saya perhatikan.

opini musri nauli : KABAR BURUNG


Entah mengapa, istilah “kabar burung” semakin menarik perhatianku. Istilah kabar burung dilekatkan kepada issu-issu yang belum dapat dibuktikan kebenarannya. Istilah “konon katanya” lebih banyak diceritakan dalam novel-novel silat.

Cenderung mitos, mistis dan cenderung sulit diterima akal. Namun kebenarannya banyak diyakini.

01 Januari 2019

Opini musri nauli : PANDANGAN KONSTITUSI TERHADAP NOTARIS




PANDANGAN KONSTITUSI TERHADAP NOTARIS
(Studi Kasus Putusan MK terhadap Notaris)

Abstrak

Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia membatalkan Pasal 66 UU No 30 Tahun 2004, Undang-Undang Notaris. Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia menyatakan Pasal 66 UU Notaris bertentangan dengan prinsip kesetaraan di depan hukum. Pertimbangan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia menarik untuk ditelaah bagaimana konfigurasi hak untuk menolak mengikuti keputusan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia.

Katakunci: notaris, konstitusi, putusan MK Abstract

The Constitutional Court of the Republic of Indonesian cancel article 66 Law No. 30 of 2004, Act of Notary. The Constitutional Court of the Republic of Indonesian declare article 66 act of Notary contrary to the principle equality before the law. Consideration The Constitutional Court of the Republic of Indonesian interesting to view to how configuration right to refuse following the decision the Constitutional Court of the Republic of Indonesian.

Keyword: notaris, constitution, MK decision