17 Januari 2018

opini musri nauli : MAHAR POLITIK


Kata Mahar Politik semakin menggelinding di wacana public ketika salah satu kandidat Pilkada gagal mendapatkan rekomendasi partai. Di tengah “perdebatan” tentang kegagalan mencalonkan, sang kandidat kemudian bercerita dan memberikan keterangan pers. Cerita yang mengkonfirmasikan tentang “dana untuk partai” menyediakan rekomendasi pencalonan.

Penyiapan sejumlah dana kepada partai kemudian dikenal “mahar politik”. Sebuah kata yang diplesetkan dari kata “mahar” dari lembaga perkawinan didalam islam.

14 Januari 2018

opini musri nauli : Kekebalan Profesi Advokat



Akhir-Akhir ini dunia advokat sedang diuji sikap profesionalismenya. Advokat sebagai profesi mengalami sebuah proses untuk menentukan apakah advokat bagian dari proses hokum atau menjadi pihak yang cukup netral dalam sebuah perkara.

07 Januari 2018

opini musri nauli : AMBIGU URUSAN RANJANG


Entah mengapa karena memang kurang piknik, public senang sekali disuguhi urusan “ranjang. Bak seperti “polisi moral”, berita ini kemudian heboh dan kemudian memaksa seorang kandidat mundur dari pencalonan pilkada.

opini musri nauli : MAKNA CINTA DALAM NADA


Tema cinta adalah tema yang paling umum diucapkan sebagai syair dalam berbagai jenis music. Cinta kepada alam, kepada Sang Pencipta, Cinta kepada Ayah, Kepada Ibu dan tentu saja cinta sesama manusia.



Baik diucapkan dalam lirih mendayu-dayu, merenung, meraung, dalam rindu. Dalam sekejap jatuh cinta, diputus kekasih hingga rindu tidak terbalaskan.

06 Januari 2018

opini musri nauli : BARANG BUKTI, ALAT BUKTI DAN BUKTI YANG CUKUP



Sebenarnya hari Sabtu ini saya ingin menghabiskan dengan hati riang gembira. Seriang anak-anak muda memasuki malam minggu. Malam “hang out” ataupun malam istirahat setelah sepekan bekerja.


Namun menyimak perdebatan klasik tentang peristiwa OTT KPK, akhirnya keinginan untuk “istirahat” tertunda.

02 Januari 2018

opini musri nauli : CATATAN HUKUM 2017


Tahun 2017 tidak dapat dipisahkan diakhir tahun peristiwa OTT KPK (Operasi Tangkap Tangan) terhadap pejabat-pejabat penting di Jambi. Peristiwa OTT KPK kemudian “menghentak” dan daya gelegarnya menggeger Jambi. Dengan nilai fantastis ukuran nilai OTT KPK dan “berbarisnya” pejabat yang ditangkap membuktikan KPK telah lama mencium aroma bau tidak sedap didalam pengesahan RAPBD. Membuktikan anggapan ditengah masyarakat tentang aroma bau tidak sedap didalam “ketok palu”.

01 Januari 2018

opini musri nauli : DURIAN


Benar kata orang Bijak nan jauh disana. Apabila pemimpin yang “direstui” oleh alam semesta ditandai dengan “alam menjadi. Padi menguning. Rumput hijau. Kerbo gepuk. Ke aek cemeti keno. Ke darat durian gugu”. Musim durian tahun ini mulai menampakkan hasilnya. Setelah 2 tahun berturut-turut gagal panen. Musim durian adalah “lambang” alam semesta yang merestui kelahiran dan kepemimpinan dari daerahnya.

28 Desember 2017

opini musri nauli : Kanda Irmansyah yang kukenal


Ketika saya mengundang diskusi konflik awal tahun 2013 yang lalu, saya tidak membayangkan “seorang kadis Kehutanan” akan hadir di Kantor Walhi. Walaupun secara administrasi, undangna ditujukan kepada Kepala Dinas Kehutanan, namun belum pernah “selevel” Kadishut akan hadir di Kantor Walhi.

27 Desember 2017

opini musri nauli : Penghormatan terhadap Kepemimpinan

 


Ditengah masyarakat, penghormatan terhadap pemimpin diucapkan berbagai seloko seperti “Alam sekato Rajo. Negeri sekato Batin. Atau “Alam Berajo, Rantau Berjenang, Negeri Bebatin, Luhak Berpenghulu, Kampung betuo, Rumah betengganai”

24 Desember 2017

opini musri nauli : Mengelola keberagaman





Mempunyai tiga orang putra dan seorang putri didalam satu keluarga memerlukan “seni” tersendiri” didalam mengatur dan mengendalikan. Meminjam istilah Khalil Gibran, “Anakmu Bukanlah Milikmu”. Sebuah “renungan” yang kupegang teguh disaatku sadari mereka mempunyai mimpi di masa depan.