07 Januari 2018

opini musri nauli : MAKNA CINTA DALAM NADA


Tema cinta adalah tema yang paling umum diucapkan sebagai syair dalam berbagai jenis music. Cinta kepada alam, kepada Sang Pencipta, Cinta kepada Ayah, Kepada Ibu dan tentu saja cinta sesama manusia.



Baik diucapkan dalam lirih mendayu-dayu, merenung, meraung, dalam rindu. Dalam sekejap jatuh cinta, diputus kekasih hingga rindu tidak terbalaskan.
Dengarkan bagaimana Titik Puspa menggambarkan “sedang jatuh cinta”.

Jatuh cinta berjuta rasanya.  Biar siang biar malam terbayang wajahnya
Jatuh cinta berjuta indahnya.  Biar hitam biar putih manislah nampaknya
Dia jauh aku cemas tapi hati rindu.. Dia dekat aku senang tapi salah tingkah
Dia aktif aku pura-pura jual mahal.  Dia diam aku cari perhatian oh repotnya
Jatuh cinta berjuta indahnya. Dipandang dibelai amboi rasanya
Jatuh cinta berjuta nikmatnya. Menangis tertawa karena jatuh cinta
Oh asyiknya
Lagu dengan ketukan nada riang gembira.

Atau Lihat bait-bait Lagu “Semalam di Malaysia”. Aku pulang dari rantau..Bertahun-tahun di negri orang, oh Malaysia. Oh di mana kawan dulu. Kawan dulu yang sama berjuang,
Oh Malaysia. Kekasih hatipun telah pula hilang. Hilang tiada pesan. Aduhai nasib, apakah daya.
Cinta hamba jiwaku merana, mana dinda.
Inilah kisahku semalam di Malaysia. Diri t'rasa sunyi
Aduhai nasib, apakah daya. Aku hanya seorang pengembara yang hina
Nada mendayu-dayu. Menggambarkan kerinduan yang mendalam.

Begitu juga KLakuistik didalam lirik dahsyat “Tak Bisa  Ke lain hati”. “Bulan Merah Jambu Luruh di Kotamu. Kuayun sendiri langkah-langkah Sepi.  Menikmati angina menabur daun-daun. Mencari kembaranmu di waktu lalu. Sungguh kuakui tak bisa ke lain hati.

Atau Dewa “kangen”. Kut'rima suratmu, t'lah kubaca, dan aku mengerti. Betapa merindunya dirimu, akan hadirnya diriku. di dalam hari-harimu, bersama lagi.
Kau bertanya padaku, kapan aku, akan kembali lagi. Katamu kau tak kuasa, menahan gejolak di dalam dada. yang membara menahan rasa, pertemuan kita nanti.
Saat kau ada disisiku. Semua kata rindumu semakin membuatku, tak berdaya
menahan rasa ingin jumpa
Percayalah padaku akupun rindu kamu. Ku akan pulang, melepas semua kerinduan, yang terpendam.
Kau tuliskan…

Pengungkapan cinta “khas” anak muda zaman now yang “meminta putus pacarnya” justru dinyanyikan oleh ST 12.  Lihatlah bait-bait “Jangan jangan kau menolak cintaku. Jangan jangan kau ragukan hatiku. Ku kan slalu setia menunggu.
Untuk jadi pacarmu. Jangan jangan kau tak kenal cintaku.
Jangan jangan kau hiraukan pacarmu. Putuskanlah saja pacarmu.
Lalu bilang “I love you”, padaku..

Pengungkapan cinta dengan riang gembira seperti Titik Puspa “Jatuh cinta berjuta rasanya.  Biar siang biar malam terbayang wajahnya, atau ungkapan “Sungguh kuakui tak bisa ke lain hati menggambarkan “rasa jatuh cinta” dan cinta mendalam. Ungkapan jujur untuk rasa cinta.

Begitu juga nada mendayu-dayu “Cinta hamba jiwaku merana, mana dinda, Atau rasa “kangen” kerinduan, yang terpendam justru “diserbu” oleh ST 12.

Didalam bait-baitnya “Jangan jangan kau hiraukan pacarmu. Putuskanlah saja pacarmu. Lalu bilang “I love you”, padaku menggambarkan makna cinta yang bergeser. ST 12 tanpa tedeng aling-aling mengungkapkan dan menyambar “kekasih orang lain.

Namun cinta adalah “mempersatukan dua hati’. Lihatlah bait-bait Klakuistik “Waktu tersisa”. “Ketika norma peradatan, terpilih sebagai alasan. Mereka ciptakan jurang antara kita. Sampai saat akhir nanti, kita berusaha bertahan. Sebab cinta datang untuk mengoyak perbedaan. Oh, waktu tersisa.  Menjaga kita tetap sejiwa.

Atau “Laskar Cinta” Dewa”. Laskar cinta.. Ajarkanlah ilmu tentang cinta.. Karena cinta adalah hakikat Dan jalan yang terang bagi semua manusia

Pengungkapan nada dengan riang gembira, mendayu-dayu ataupun tanpa tedeng aling-aling menempatkan cinta adalah universal. Rasa yang tidak bisa dibatasi oleh apapun. Bait-bait seperti ‘Ketika norma peradatan, terpilih sebagai alasan…. Kemudian disambung “Sebab cinta datang untuk mengoyak perbedaan.

Atau “Laskar cinta.. Ajarkanlah ilmu tentang cinta.. Karena cinta adalah hakikat Dan jalan yang terang bagi semua manusia.

Lalu mengapa kita tidak mau sejenak menikmati music sembari mendengarkan lirik-lirik penuh makna. Makna cinta yang menghapuskan segala perbedaan.