01 Juni 2014

opini musri nauli : Branding Pilpres 2014


Dalam dunia yang begitu cepat, informasi begitu penting, maka trend dunia sudah berubah.

Dulu orang hanya mengenal produk. Kemudian bergeser mengenal mutu. Namun itupun tidak cukup. Kemudian beralih kemasan. Dan sekarang menjadi branding.


Begitulah dunia yang terus berubah.

31 Mei 2014

opini musri nauli : Adian Napitupulu

 

Setelaha cara “Mata Najwa” dengan menghadirkan Ahmad Yani (PPP) mewakili Prabowo – Hatta dan Adian Napitupulu mewakili Jokowi –Jusuf Kalla, selain sorotan kepada Anies Baswedan dan Mahfud MD, publik juga menyoroti perdebatan antara Ahmad Yani dan Adian Napitupulu (Adian). 

30 Mei 2014

opini musri nauli : KEKELIRUAN PERNYATAAN AHMAD YANI (PPP) DALAM KASUS BUSWAY


Dalam dialog di TV One dengan tema kasus korupsi pengadaan bus Transjakarta. Dialog dihadiri Ahmad Yani (PPP) mewakili kubu pendukung Prabowo – Hatta, Trimedya Panjaitan (PDIP) mewakili kubu pendukung Jokowi – Jusuf Kalla.


Isu ini memang “memantik” persoalan yang cukup hangat dibicarakan. Kitapun sudah mengetahui arah diskusi. Ahmad Yani “mendorong” agar kasus ini segera diproses secara cepat dan meminta kepada Kejaksaan Agung untuk “memeriksa” Jokowi. Sedangkan Trimedya Panjaitan sepakat agar kasus ini diserahkan kepada pihak yang berwenang. Namun kasus ini jangan dipolitir dengan mengaitkan dengan Jokowi.

opini musri nauli : Ganteng dan Kaya

Tiba-tiba saya menjadi grogi ketika Amien Rais mengatakan harus memilih Presiden yang ganteng dan kaya. Saya grogi selain karena tidak ganteng dan tidak juga kaya. Tidak ganteng seperti Pakde Sartono yang sering “nyeleneh” di Kompasiana. Tapi Apakah betul memang orang memilih karena kegantengan dan kekayaan.


Tapi apakah memang betul, perempuan Indonesia suka pria ganteng dan kaya ?

29 Mei 2014

opini musri nauli : Surat Terbuka Untuk Mahfud, MD



Jambi, 29 Mei 2014
Kepada Yth Bapak Mahfud, MD
di
Jakarta

Dengan Hormat
Sebelumnya saya mendoakan kepada Yang Tuhan Maha Esa agar bapak diberi kesehatan dan dapat berfikir untuk bangsa.


Selanjutnya saya minta maaf mengirimkan surat terbuka kepada bapak. Selain karena saya merasa gelisah dan tidak mesti harus menyampaikan kemana, saya yakin pasti bapak sibuk sehingga saya tidak berkesempatan mengantar surat ini secara langsung.

opini musri nauli : Anies Baswedan dan Mahfud, MD



Melihat wawancara antara Anies Baswedan dan Mahfud, MD didalam acara “Mata Najwa” memang ditunggu para penggemar acara ini. Entah berapa kali Najwa Shihab berhasil “menguliti” pendatang. Rhoma Irama, Angel Elga, Farhat Abbas merasakan “panasnya” duduk di kursi. Dan mereka pulang dengna tertunduk lesu. Berhasil dicecar tanpa memberikan perlawanan berarti.


Sehingga acara Mata Najwa berhasil menjadi acara ditunggu-tunggu penonton selain acara “Kick Andy” dan ILC.

23 Mei 2014

Ada Apa di Wilayah Sakral ?


Memasuki suasana Pilpres, sekali lagi (ingat sekali lagi), kita dipertontonkan yang memalukan. Surya Darma Ali (SDA) ditetapkan tersangka dalam kasus korupsi penyelenggaraan haji tahun 2012. SDA memimpin sebuah Kementerian “prestise”. Kementerian Agama.

20 Mei 2014

opini musri nauli : DJAMBI – Sumatera Timur Atau Sumatera Tengah


Jambi sering ditempatkan kedalam Sumatera Tengah dan kawasan pantai timur Sumatera . Kata-kata seperti Midden Sumatera (Sumatera Tengah) sering diulas oleh P.J. Veth dalam karya berserinya seperti Aardrijksundige Beschrijving, Reisverhaal, Naturlijke historie, Volkbeschrijving. Sedangkan von Alfred Maab menuliskan istilah “Durch Zentral-Sumatra” sebagai wilayah yang menunjuk Sumatera Tengah sebagaimana dalam catatan koleksi Etnografi

opini musri nauli : 21 MEI 16 TAHUN YANG LALU


Hari ini tanggal 21 Mei 2014. Ingatan kolektif kita dihitung mundur Enam Belas tahun yang lalu. Ya. 16 tahun yang lalu merupakan peristiwa penting didalam Ke-Indonesiaan. Mundurnya Presiden Soeharto (lengser keprabon) menanda peristiwa titik balik jatuhnya orde baru. Harapan kemudian ditumpukan kepada masa orde reformasi.

14 Mei 2014

opini musri nauli : MAKNA SIMBOLIK KEDATANGAN JOKOWI


Hari senin, 12 Mei 2014, Joko Widodo (Jokowi) datang ke Kantor Eksekutif Nasional Walhi di Tegal Parang, Jakarta Selatan. Kedatangan Jokowi sebagai Gubernur DKI Jakarta “bertamu” ke Walhi merupakan rangkaian panjang perjalanan Jokowi setelah sebelumnya mendatangi YLBHI, SPI dan AMAN.

Walaupun kedatangan Jokowi sebagai Gubernur DKI Jakarta, namun kedatangan Jokowi ke kantor Eknas Walhi tidak bisa dipisahkan dengan “makna” politik Jokowi sebagai kandidate Capres 2014. Makna simbolik kedatangan Jokowi membuat “tafsiran” yang bisa menjauhkan dari substansi kedatangan Jokowi itu sendiri.