26 Juni 2014

opini musri nauli : KONFLIK DAN KEARIFAN LOKAL


KONFLIK DAN KEARIFAN LOKAL[1]
Musri Nauli[2]


Akhir-akhir ini kita disuguhkan konflik[3] yang disebabkan “salah urus” pengelolaan sumber daya alam. Konflik yang disebabkan “salah urus” negara didalam mengelola sumber daya alam meninggalkan persoalan yang menganga dan jurang yang semakin dalam.

23 Juni 2014

opini musri nauli : Kita Bikin Rame. Yes !!!


Dalam debat Capres 2014 memasuki putaran ketiga, saya tidak perlu menjelaskan pandangan umum terhadap materi dan gaya berdebat. Termasuk kostum dan tuduhan “kepe'an”. Semuanya sudah basi dan kayak kaset yang diputar berulang-ulang. Biarlah siapa yang mau membahasnya. Silahkan.


Namun kalimat “Kita bikin rame” menarik perhatian dan menjadi renungan panjang untuk menjawab pertanyaan.

18 Juni 2014

opini musri nauli : Kata dan Makna



Akhir-akhir ini kita disodorkan kata-kata yang bombastis, kata-kata yang nyelekit, kata-kata yang bertujuan counter, kata-kata yang menyejukkan. Semua berangkat dari “pemahaman” seseorang yang mengenal dan memahami kata-kata itu sendiri.

12 Juni 2014

opini musri nauli : CATATAN KRITIS ISSU HAM



CATATAN KRITIS ISSU HAM

Dalam hiruk pikuk pilpres 2014, issu HAM menjadi salah satu tema pokok yang sering dibicarakan. Sebagian kalangan menghendaki kasus HAM tetap diproses secara mekanisme dan ketentuan yang berlaku. Sebagian kalangan menghendaki kita tidak membicarakan kasus HAM dan menatap masa depan yang lebih baik.

10 Juni 2014

opini musri nauli : RETORIKA DAN BERDEBAT




Malam ini kita disuguhkan pendidikan politik. Retorika dan berdebat. Sebuah tema yang “sedikit” kering mendiskusikannya namun mempunyai dampak terhadap performance dan penyampaian gagasan yang akan disampaikan.

07 Juni 2014

opini musri nauli : Cara Menaklukkan Jokowi


Melejitnya nama Jokowi ke Pilpres 2014 memang membikin “cacing-cacing” kepanasan. Ada yang “kesal”, manusia kurus kerempeng, hitam dan jelek lagi (kata Putriku) masa menjadi calon Presiden.


Padahal sudah banyak yang mempromosikan menjadi Presiden. Sudah menguasai partai besar, sudah beriklan kesana kemari. Sudah banyak menghiasi media televisi. Tapi mengapa “Jokowi” selalu unggul di berbagai lembaga survey.

opini musri nauli : SIAPA DIRIMU



Ketika aku memilih sebuah nama.

Kau maki aku dengna kata-kata kasarmu. “Ngapaian pilih dia”. Suaramu keras menggelar. Memekakkan gendang telingaku.

06 Juni 2014

opini musri nauli : Skor untuk Mahfud, MD




Terlalu sayang melupakan dan menceritakan pandangan publik mengenai Mahfud MD seorang “negarawan” yang menjadi tim pemenangan kandidate Presiden Prabowo – Hatta.

Terlalu sayang “sikap” Mahfud MD yang kemudian menjadi “tim” penting Prabowo – Hatta.

Sikap ini berangkat untuk mengukur “negarawan” Mahfud, MD dalam tarik menarik “pilpres 2014”.

04 Juni 2014

opini musri nauli : Jokowi, Adian Napitupulu dan Ahok





Banyak yang pesimis terhadap perkembangan politik kontemporer Indonesia. Banyak yang tidak percaya “Partai” merupakan instrumen demokrasi di negara modern. Agama, warna kulit, suku tidaklah menjadi “ukuran” demokrasi. Kekuatan oligarkhi politik, politik dinasti, modal yang besar “memasuki” dunia politik.

opini musri nauli : Mencari “Pemimpin



Usai sudah penetapan Capres/cawapres 2014. Usai sudah penetapan nomor urut Capres/Cawapres 2014. Tinggal kita “mempersiapkan” diri melihat kampanye yang dilakukan oleh para tim sukses.


Tentu saja banyak analisa tentang kemenangan Pilpres. Banyak prediksi, perkiraan siapa yang menjadi pemenang Pilpres. Banyak yang memberikan pendapat “siapa yang pantas” menjadi pemimpin di Republik Indonesia.