14 November 2014

opini musri nauli : BAHASA INGGERIS JOKOWI



Dunia politik dihebohkan Bahasa Inggeris Jokowi yang masih “medhok” bahasa Jawa. Dalam forum-forum internasional seperti G-20 dan KTT Asean, Bahasa Inggeris Jokowi sempat disindir oleh mereka yang “mengaku”sebagai pengamat Bahasa Inggeris. Namun sebaliknya justrumengapresiasi Bahasa inggeris Jokowi yang membuat hadirin memberikan applaus terhadap paparan Jokowi dan peluang investasi di Indonesia.
Saya mungkin sedikit orang yang “kurang menguasai” bahasa Inggeris. Namun melihat tayangan yang kemudian dimuat di youtube, penyampaian Jokowi“mudah diterima”. Selain kosakata bahasa Inggeris yangd igunakan simpel, presentasi dengan pemaparan gambar slide dibelakangnya “mampu” melawan gaya protoker “pidato” dari Presiden dari negara Indonesia yang besar. Jokowi membuat forumseperti G-20 dan KTT Asean menampakkan visi maritim Indonesia dangagasan besar.

Saya kemudian teringat cerita Rhenald Kasali seorang akademisi dan praktisi bisnis. Pria inijuga merupakan guru besar bidang Ilmu manajemen di Fakultas EkonomiUniversitas Indonesia.

Dalam kesempatan di luar negeri, Rhenald Kasali memboyong keluarganya ketika Rhenald mengambilstudi di Amerika.

Suatu ketika, dia melihat PR anaknya. Dia “heran” mengapa pekerjaan rumah anaknya“banyak yang salah” namun dibetulkan oleh guru di Sekolah.

Dengan rasa penasaran,dia kemudian ke sekolah anaknya untuk menanyakan terhadap perlakuan guru anaknya di sekolah.

Namun diluar dugaan, Sang Guru menjawab. “saya tahu ada kesalahan dalam tugas bahasa Inggeris. Namun saya tidak mudah menyalahkan. Selain bahasa Inggeris bukanlah bahasa ibu dari sang Anak, dengan mengajak anak mau belajarbahasa Inggeris itu memerlukan “perjuangan” besar. Dan saya tidak mau menyalahkan atas kemauan anak tersebut.

Rhenald Kasali kemudian sadar. Ternyata mendidik bukanlah mencari nilai yang benar atau salah. Namun mengajak orang mau belajar.

Ya. Betul. Bahasa Inggeris bukanlah bahasa Ibu kita. Bahasa Inggeris adalah bahasa asing yang kemudian kita pelajari. Tentu dialek dan logat yang tidakmudah kita perbaiki. Bolehlah mengucapkan kosakata Bahasa Inggeris dengan dialek Jawa, Batak, Padang atau Makassar. Tidak ada yang salah. 

Lihatlah dialek dari penduduk Philipina yang mengucapkan kata seperti “organisason” yang seharusnya diucapkan “organisasen”. Setiap akhiran kata “tion” selalu diucapkan organisason”.

Begitu juga penduduk Malaysia yang sering mencampuradukkan kata-kata Inggeris dengan dialek sehari-hari seperti “litlte-litlte-lah”. Belum lagikita kemudian bicara dengan penduduk India yang mengucapkan lafal Bahasa Inggeris dengan cepat sehingga sulit kita menangkap pesannya.

Penduduk Amerika belum tentu juga menguasai “bahasa inggeris” dengna baik. Bahkan banyak penduduk Inggeris juga belum bisa bahasa inggeris dengan baik. Sehingga tidak salah kemudian ada istilah “english Amerika”dan “english british”.

Tidak ada yang salah. Yang penting kita sebagai pendengar bisa menangkap maksud dari kalimat yang diucapkan dan mudah dimengerti.

Ya. Betul. Kita memang perlu belajar bahasa Inggeris. Namun dialek tidak mudah dilepaskan.

Selain itu juga, Bahasa merupakan pembicaraan, isyarat, pesan ataupun percakapan. Selama kita bisa mengucapkan kosakata dengan baik dan lawan bicara bisa menangkap apa yang kita maksudkan, selama itu bahasa Inggeris tidak pernah dipersoalkan orang.

Dalam berhubungan dengan dunia yang semakin global, pembicaraan bahasa inggeris tidak dapat dihindarkan. Bahasa Inggeris, Bahasa Perancis dan Bahasa Spanyol merupakan bahasa yang sering dipergunakan internasional dalampergaulannya.

Sang lawan bicara juga mengetahui, penduduk Indonesia sangat sedikit sekali yang menguasai bahasa Inggeris. Selain kelas menengah atau pedagang yang mempunyai hubungan bisnis di pasar dunia, Bahasa Inggeris hampir praktis tidak pernah mendominasi pembicaraan sehari-hari. Pelajaran Bahasa Inggeris dan matematika merupakan mata pelajaran yang menjadi momok bagipelajar. Sehingga tidak perlulah kita berkecil hati dengan Bahasa Inggeris.

Dalam pergaulan, ucapan minta maaf seperti “I am sorry. I am a little speak english” selalu dijawab dengan senyuman. No.. No.. It's ok. Never mind.

Jadi tidak ada yang salah khan.