17 April 2018

opini musri nauli : HERO TO ZERO



Setelah melalui proses yang panjang, akhirnya KPK menahan Gubernur Jambi, Zumi Zola Zulkifli (ZZ). Proses panjang setelah peristiwa OTT KPK sejak 28 November 2017.

Bak istilah Melayu Jambi. “Drama telenovela”. Mendayu-dayu. Tidak lupa dibumbuhi air mata, teriakan panjang. Proses yang sempat memantik polemic, ketika ZZ sempat membuka acara Monitoring dan Evaluasi Rencana Aksi Program Pemberantasan Korupsi Terintegrasi di Provinsi Jambi.

Acara yang membuat ZZ bersanding duduk dengan KPK dimuka forum. Sampai-sampai menjadi Tajuk redaksi media nasional dan “berbalas pantun” antara Adnan Topan Husodo (ICW) dan Febri Diansyah (jurubicara KPK).  Kedua orang yang pernah satu barisan di ICW. Dan Jambi menjadi tema membuat nama Jambi kemudian menjadi tercoreng.

Peristiwa OTT KPK di Jambi belum menjawab “peran” dari ZZ. Terlepas sudah diputuskannya para terdakwa dalam peristiwa OTT KPK, misteri “peran” dari ZZ menarik untuk diikuti. Apakah “perintah” berasal darinya atau cuma “inisiatif” para bawahannya.

Dan apakah “para bawahanya cukup berani untuk mempunyai inisiatif” dan mempunyai dukungan pendanaan untuk agendanya ? Atau akan terungkap pada pada persidangan terhadap Supriyono dan ZZ ?

Namun biarlah menjadi kewenangan dari penyidik untuk mengungkapkannya.

Membicarakan ZZ tidak dapat dilepaskan dari “kepiawaian” ZZ sebagai politisi. Dengan berbekal Ketua BM Provinsi Jambi, Ketua PAN Jambi dan Bupati Tanjabtim, ZZ bersama dengan Fachori Umar berhasil mengalahkan “Gubernur incumbent’. Meraih meraih 968.497 suara (60,25 %) dan mengalahkan (HBA-EDI) memperoleh 639.075 suara (39,75 %). Prestasi mengalahkan “incumbent” adalah prestasi yang tidak bisa diremehkan.

Prestasi ini kemudian dilanjutkan di Pilkada Muara Jambi. Dikepung oleh partai-partai besar, ZZ hanya mengandeng PKB. Dan hampir menang telak meraih 76.825 suara (40,1 %).

Kepiawaian ZZ kemudian hendak diuji ketika di Pilkada Jambi hanya PAN dengan PDIP mengusung calon untuk menghadapi incumbent. Dan “kepiawaian” ZZ tidak bisa diremehkan.

Kemampuan bertarung di Pilkada Jambi dan Pilkada Muara Jambi membuat kepopuleran ZZ semakin melambung.

Sebagai artis yang terkenal, mengisi berbagai acara-acara di televise nasional, pesona ZZ mampu menghipnotis berbagai lapisan masyarakat.

Entah didalam berbagai kesempatan, acara “selfie” tidak dapat dilepaskan dari senyuman.

Dengan pesona dari ZZ membuat politik di Jambi tidak dapat dilepaskan dari sosok ZZ. ZZ kemudian mampu mempengaruhi dinamika politik local di Jambi. Melanjutkan tradisi berpolitik dari sang Bapaknya. Zulkifli Nurdin. Gubernur Jambi sebelumnya.

Setiap langkah, ucapan, moment menjadi inspirasi dari berbagai kalangan muda. Jambi kemudian menempatkan ZZ sebagai tokoh politik yang mumpuni. Menggunakan politik menjadi lebih dinamis, gaul dan lebih trendy.

Promosi “Lacak” kemudian disambut dan menjadi wacana yang terus melebar. Berbagai tempat kemudian menjual lacak. Lacak kemudian menjadi trade mark yang bangga digunakan para lelaki Jambi.

Entah forum-forum resmi ataupun suasana akrab, lacak kemudian “booming” dan menjadi mode khas Lelaki Melayu Jambi.

Bahkan surat edaran yang kemudian mengharuskan penggunaan lacak di forum-forum daerah maupun digunakan pada hari kerja.

Booming Lacak kemudian memantik dukungan nasional dan menoleh ke Jambi. Suasana khas anak muda mampu kemudian menjadi Jambi menjadi pembicaraan nasional.

Pesona ZZ sebagai tokoh muda diharapkan dapat membawa pembaruan. Membawa suara anti korupsi. Suara yang membawa harapan generasi muda terjun kedunia politik.

Tidak salah kemudian ZZ sering juga disebut sebagai Hero. Pahlawan yang mampu menumbangkan prediksi lawan.

Namun pesona ZZ tidak digunakan untuk memperbaikai tata kelola pemerintahan. Kedatangan KPK tidak digunakan secara maksimal membenahi tata kelola pemerintahan. Transparansi dan akuntabilitas sebagai prasyaratan Indonesia tidak menjadi rekaman untuk membenahi.

Kedatangan KPK ke Jambi diharapkan agar segera berbenah. Jambi dapat mengikuti jejak dari berbagai daerah yang menerapkan ketat transparansi. Dan berkali-kali KPK sudah mengingatkannya.

Namun. Belum kering tinta tanda tangan deklarasi antisuap, hanya berbilang hari. OTT KPK membuyarkan harapan. OTT membuka kotak Pandora. OTT KPK membuyarkan harapan sang Hero. OTT KPK membuat mata terbelalak. Ada apa misteri dibalik semua peristiwa.

Penggeledahan ruang kerja, rumah dinas, villa di Muara Sabak membuat Jambi kemudian terpukul. Bak drama telenovela “penggeledahan” dipertontonkan. Mata penduduk Jambi kemudian berdebup kencang.

Penemuan uang tunai di villa Muara Sabak membuat berbagai misteri kembali mengemuka. Apakah berkaitan dengan OTT KPK, tuduhan menerima gratifikasi,  ataupun cuma “urusan keluarga” yang kebetulan “ngendon” di rumah villa atau persoalan lain ? Misteri yang cepat diungkap agar misteri, spekulasi, intrik, klarifikasi dan entah apa lagi namanya dapat dijawab secara hokum.

Lalu darimana sumber untuk mengumpulkan uang sebanyak itu di villa Muara Sabak. Dan berapa lama dibutuhkan untuk mengumpulkannya ? Apakah klarifikasi yang menyebutkan bukan hasil korupsi mudah diterima oleh public ?

Misteri ini akan dilihat didalam persidangan selanjutnya terhadap ZZ. Sekali lagi biarlah KPK mengusut tuntas.

Peristiwa OTT KPK kemudian berbalik arah. Semula ZZ dianggap sebagai Hero. Namun jatuh ke titik nadir. Sehingga tidak salah kemudian OTT KPK disebut sebagai Hero to Zero. 

Baca : Anggap Saja Zumi Zola Sebagai Artis (Bukan Gubernur)

Dimuat di detail.com, 19 April 2018

http://www.detail.id/2018/04/hero-to-zero.html