18 Desember 2020

opini musri nauli : Koboy Kehilangan Kudo



“Bang, bapak mana ?”, kata driver Al Haris. Celengak-celenguk. Mondar-mandir kebingungan. 


“Kau khan supir. Masa tanya ke aku ?”, sambut temanku kesal. Sembari tidak percaya. Masa driver bisa kehilangan “bosnya”. 


“Nah itu dia. Kunci mobil juga tidak ada. Kemana bapak, ya ?”, kembali driver masih bingung. 


“Ah. Ganggu tidur aku be”, sambut temanku kesal. Sembari menarik selimut.. terganggu tidur paginya. 


Atau kisah lain. 


“Bang, Nampak bapak ?”, tanyanya. 


“Lha kau khan aspri. Masa tanya bos aku”, jawabnya kesal. Sembari terganggu tidur paginya. 


Ketika dihubungi, malah telephone terdengar ruang tengah. Tanpa ada yang mengangkatnya. 


Ya. Kadangkala Al Haris sebagai Bupati sering menyetir sendiri. Keluar rumah dinas. 


Kadangkala sehabis sholat subuh, dia bergegas ke jalan raya. Memperhatikan tukang sapu membersihkan jalan. 


Atau kadangkala nongkrong di warung kopi. Bercengkrama dengan masyarakat. 


Tentu saja tidak membawa handphone. Dan tentu saja menimbulkan kehebohan dirumah dinas. 


Bayangkan. Bagaimana panic, bingung para driver ataupun aspri yang melihat mobil yang menjadi tanggungjawbnya tidak ada ditempat. 


Atau kemudian tergopoh-gopoh mencari informasi dan ternyata melihat Al Haris malah nongkrong di warung kopi. 


Mendengar cerita dari temanku, akupun ngakak. Tidak tahan menahan tawa. 


Disela-sela tertawa, maka aku melontarkan kata “pasti kayak koboy kehilangan kudo’. Sembari menahan tawa. 


Secara sekilas arti kata “koboy kehilangan Kudo” adalah “cowboy kehilangan kuda”. Sebuah perumpamaan orang yang mempunyai kekuasaan namun kehilangan “tuahnya”. Atau kehilangan kekuatan. 


Namun dalam kehidupan sehari-hari, makna kata “koboy kehilangan Kudo” orang yang kemudian kehilangan kekuatannya. Atau orang yang kehilangan andalan yang menjadi panduan dalam kehidupannya. 


“koboy kehilangan Kudo” dapat diartikan “kebingungan terhadap keahliannya”. Bak dalam cerita silat, dapat juga diartikan “kehilangan jurus’. 


Akibat dari “koboy kehilangan Kudo” adalah rasa bingung, panik, tidak tahu lagi mesti berbuat. Bahkan kadangkala nyaris seperti tidak mempunyai apa-apa. Atau praktis sama sekali tidak berdaya. 


Dan bayangkan. 


Seorang driver kehilangan mobil yang menjadi tanggungjawabnya. Atau para aspri kehilangan Bupati yang menjadi beban perlindungannya. 


Hingga kini cerita unik disekitar Al Haris membuat orang sekitarnya memahami karakter Al Haris. Dan banyak cerita yang membuat suasana Al haris lebih banyak guyon daripada urusan birokrasi yang membuat orang sungkan bertemunya.