16 November 2013

opini musri nauli : Jam Tangan Rolex


Jam Tangan Rolex

Gara-gara jam tangan mewah, Menteri Tranportasi Polandia Slawomir Nowak mengundurkan diri dari jabatannya. Nowak disinyalir melanggar hukum karena tidak melaporkan kepemilikan jam tangan mewah seharga US$ 6.600 atau setara Rp 76 juta.
Nowak juga dikenal sebagai sekutu dekat Perdana Menteri Polandia Donald Tusk dan bahkan disebut-sebut sebagai calon perdana menteri. PM Tusk sendirimemberitahu wartawan setempat bahwa dirinya telah menerima pengunduran diri Nowak



Demikian kabar dari Polandia yang disampaikan oleh detik.com. Lantas apa makna berita diatas.

Sebagai Negara yang menjunjung nilai-nilai demokrasi, keteladanan, sikap hidup, mundurnya Menteri Transportasi Polandia memberikan contoh yang baik kepada aparat pemerintahan. Menteri Transportasi sadar, selain memang tidak melaporkan jam tangan mewah Merk Rolex, cara ini juga tidak pantas di tengah Negara yang masih bergulat dengan persoalan demokrasi pasca perang dingin. Polandia yang sering disebutkan sebagai kutub sosialis harus menegakkan demokrasi dan harus memberikan contoh teladan dari aparat pemerintahannya.

Lantas bagaimana dengan Indonesia. Pada saat bersamaan, tahun 2011, dunia maya dihebohkan dengan perdebatan Anis Matta, Sekjen PKS (kemudian menjadi Presiden PKS) menggunakan jam mewah Rolex.



Secara keras kompasianer  Andreas memperbandingkan antara Jokowi sebagai Gubernur DKI Jakarta yang sering menggunakan sepatu sobek dengan Anis Matta. Padahal siapa yang bisa membantah, asset Jokowi dari furniture senilai $USS 5 juta bisa saja dengan mudah membelikan jam seharga 70 juta-an. Namun Jokowi lebih mementingkan mengurusi rakyat daripada mempersiapkan penampilan dan membangun pencitraan (Sepatu Robek Jokowi dan Jam Rolex Anis Matta)

Bandingkan dengan alasan Anis Matta hanya untuk kepantasan saja ketika menjabat anggota DPR”.

Anis kurang sependapat jika dikatakan jam Rolex adalah bagian dari gaya hidup sebagai anggota ataupun pimpinan DPR. Namun lebih kepada memantaskan diri pria yang dikenal masyarakat sebagai pejabat publik. “Lebih memantaskan diri ketimbang gaya hidup. Jam itu standar saja, sekedar-sekedar memantaskan diri, bukan hobi, apalagi gaya hidup,” tegas Anis. (Thomasje, Apakah kalau Presiden PKS Pakai Jam Rolex, Angkanya jadi 13?

Lalu apa pesan dari Polandia dengan alasan dari Anis Matta ?