29 Juni 2018

opini musri nauli : Penamaan Dusun


Penamaan Dusun tidak dapat dilepaskan dari penamaan yang berada di sekitar masyarakat. Seperti Sungai, Pulau, Lubuk, Renah, Muara, Teluk, Rantau, Danau dan Tanjung

Di Marga Sumay dikenal “anak Batang Sumay” seperti Sungai Rambutan, Sungai Karang[1] atau Sungai Menggatal di Simarantihan Talang Mamak[2]

Di Marga Pelepat selain dikenal Batang Pelepat juga dikenal Batang Senamat[3] Sedangkan  Batang Jujuhan dikenal di Marga Jujuhan.[4]

Di Marga Jujuhan dikenal nama tempat di Sungai Sarot  yang merupakan akar yang berjalin-jalin. Sungai Sarot kemudian dikenal sebagai “anak sungai yang menyongsong induk”. Makna “anak sungai menyongsong induk” adalah pertemuan anak Sungai dengan alur hulu Sungai Batanghari dari Damasraya. Sehingga “anak sungai menyongsong induk” kemudian diartikan sebagai pertemuan anak sungai dengan “membelah” Sungai Batanghari dan kemudian “mengilir” ke Sungai Batanghari (mengikuti alur sungai Batanghari). 

Pertemuan antara anak Sungai Sarot dengan Sungai Batanghari dari Hulu Damasraya kemudian dikenal “Jumpa”. Namun dialek kemudian menjadi “Jumbak”. Tempat ini kemudian dapat dilihat di Dusun Jumbak[5].

Di Marga V Bangko dikenal Dusun Muara Jernih terletak di dekat Sungai Jernih[6].

Begitu juga di Suku anak Dalam menyebutkan “Dari Sungai Bulian bernama Lubuk Talang, Belukar Pinang, ke Rimbo Bulian, Penantian Sago, Sungai Rengas, Payo rotan duduk, Pulau Selaman, meniti pematang Bayas, Pematang Salak, Sungai Kuro Betino, Pematang Gambir, Ulu Sungai Rengas, Sungai Pematung Bedarah, Bukit Tembesu, Jebak dan Sungai Rengas Ii, Muara Pelajo Bujang, Hutan Sago, Tanggeris Jangga, Sungai Pandan, Bakal Ruyung, Ibul Genting, Tayas Bungkuk, Serdan, Patal, Mengala, Sei Badak, Sei Lalan Lubuk Udang, Lubuk Tadau, Merkandang, Bayas Gantung, Kendi, Danau Masuli, Mendak, Penukal, Sei Hantu dan Lubuk Belang, Kesemuanya ini di sebut tanah watas Suku Anak Dalam dari cucu Raden Nagasari.

Sehingga bertempat tinggal di Sungai Bahar, Sungai Jebak, Sungai Jangga, Sungai Bulian / Semak, Sungai Sekisak (Si Lisak), Sungai Sekamis, Sungai Burung Hantu (Sungai Pemayung), Sungai Penerokan dan Sungai Merkanding.

Begitu juga dengan Kelompok Pengendum yang tidak dapat dilepaskan dari Sungai Kejasung (baik Kejasung Besar maupun Kejasung Kecil), Sungai Makekal (Makekal Ulu dan Makelal Hilir)[7]


Sungai Kumpeh juga merupakan Sungai yang menghubungkan antara Marga Kumpeh Hilir, Marga Kumpeh Ulu dan Marga Jebus[8]

Belanda juga menggunakan Sungai Batanghari kemudian mengejar Sultan Thaha dan kemudian mengepung sehingga Sultan Thaha Saifuddin  tertembak tahun 1904[9].

Margo Sumay adalah penduduk yang bermukim di sepanjang Sungai Sumay[10].

Kelompok Batin Sembilan yang mendiami 9 daerah aliran sungai (Sungai Jebak, Jangga, Bahar, Bulian / Semak), Sekisak, Sekamis, Burung Hantu / sungai Pemayung, Pemusiran dan sungai Singoan). Wilayah penyebaran 9 daerah aliran sungai ini termasuk wilayah dengan topografi dataran rendah. Dan karena mereka hidup menyebar di 9 daerah aliran sungai seperti tersebut di atas maka mereka juga sering menyebut dirinya sebagai kelompok Orang Dalam yang termasuk Batin Sembilan.

Wilayah kekuasaan Suku Anak Dalam yang dikenal dengan  nama “Sembilan Batin”[11], dengan mengikuti penamaan sungai; Batin Singoan di Sungai Singoan, Batin Bulian di Sungai Bulian, Batin Bahar di Sungai Bahar, Batin Jebak di Sungai Jebak, Batin Jangga di Sungai Jangga, Batin Pemusiran di Sungai Pemusiran, Batin Burung Antu di Sungai Burung Antu, Batin Selisak di Sungai Selisak dan Bathin Sekamis di Sungai Sekamis[12].

Di Marga batin III Ilir dikenal Sungai Pinang, Kelurahan Sungai Kerjan, Dusun Sungai Arang,

Selain sungai sebagai penanda dan penamaan berbagai Dusun-dusun di Jambi, dikenal juga Pulau.

Di Marga Batin III Ilir dikenal Dusun Pulau Pandan. Di Marga Marga Jujuhan terdapat Dusun Pulau Batu dan Pulau Jelmu. Marga Batin V terdapat Dusun Pulau Aro[13]. Marga IX Ulu terdapat  Dusun Pulau Rengas , Pulau Kuamang, Pulau Senarat (Darat), Pulau Tigo  dan Dusun Pulau Piul. Marga IX Ilir Terdapat Pulau Lancak. 

Di Marga Sungai Tenang dikenal Pulau Tengah. Di Marga Datuk Nan Tigo dikenal Dusun Pulau Pandan. Selain itu juga dikenal kampong Pulau Pandan. Di Marga Batin Pengambang dikenal Pulau Langsat. Di Marga Pelawan dikenal Dusun Pulau Aro. DI Marga Kumpeh dikenal Pulau Tigo. Di Marga IX Koto dikenal Pulau Tedung, Pulau Puro dan Pulau Temiang.  Di Marga VII Koto juga dikenal Pulau Indah. Di Marga Tungkal ulu dikenal Dusun Pulau Pauh. Di Marga Jujuhan dikenal Lubuk Tenam. Di Marga batin III Ilir dikenal Pulau Pekan.

Penamaan Lubuk juga dikenal dengan penamaan Dusun. Di Marga Senggrahan dikenal Lubuk Beringin dan Lubuk Birah. Penamaan Lubuk Beringin dikenal didalam Marga Batin III Ulu. Di Marga Batin III Ilir dikenal Lubuk Rasam. Batin II Babeko di Lubuk Kulim di Danau di daerah Tanjung Menanti dan  Lubuk Benteng. 

Di Marga Pelepat dikenal Lubuk Tebat dan Dusun Lubuk Telau. Di Marga Batin IX Ulu dan Marga batin IX Ilir dikenal Lubuk Genok sebagai penanda batas marga[14]

Bahkan penamaan Lubuk terdapat Marga Lubuk Gaung. Di Marga pangkalan Jambu dikenal Lubuk tanjung di Sungai Jerinjing. Di Marga Serampas dikenal Lubuk Mentilin[15].

Di Pungguk 9 (Marga Sungai Tenang) Dusun Lubuk Pungguk. Sedangkan di Desa Tanjung Benuang (Koto X Marga Sungai Tenang) dikenal tembo “lubuk merah dan lubuk panjang bawah betung sungai tembesi [16]

Begitu juga Tembo Durian Rambun (Marga Senggrahan) yang menyebutkan “lubuk tubo dan lubuk peluncuran nago[17]

Di Sponjen dikenal Lubuk maratemo, Lubuk Manggis, Lubuk Belanti, Lubuk cengal, Lubuk Sunge Pening, Lubuk Jama’at, Lubuk Sunge Sogo, Lubuk Sunge Biak, Lubuk Cengal, Lubuk Bebeko, Lubuk Sunge Bemban[18].

Di Sogo dikenal Lubuk Sunge Pening, Lubuk Jama’at, Lubuk Sunge Sogo, Lubuk Sunge Biak, Lubuk Cengal, Lubuk Bebek, Lubuk Sunge Bemban.

Di Desa Sungai Bungur terdapa Lubuk Serapil, Lubuk Medang, Lubuk Belanti, Lubuk Ujung Tanjung[19]. Desa Sponjen, Desa Sungai Bungur, Desa Sogo Kesemuanya termasuk kedalam Marga Kumpeh. Di Desa Rukam dikenal Lubuk tapa

Di Marga Bukit Bulan dikenal Lubuk Bedorong[20]. Di Marga VI Mandiangin dikenal Lubuk Napal. Marga Air Hitam dikenal Lubuk Kepayang dan Lubuk Jering.

Marga Batang Asai Tengah, dikenal Lubuk Bangka[21]. Marga Kasang melintang terdapat Lubuk Bangkar. Di Marga Simpang III Pauh dikenal Lubuk Butak. Di Marga Pelawan dikenal Lubuk Sepuh dan Lubuk Sayak atau biasa dikenal Lubuk Tempurung. Di Marga Batin Pengambang dikenal Lubuk Pauh.

Di Marga Petajin Ilir dikenal Lubuk Mandarsyah. Di Marga Tungkal ulu dikenal Lubuk Kambing, Dusun Lubuk Bernai, dan Dusun Lubuk Terap.  Di Marga Sumay dikenal Lubuk Laweh.

Penamaan Renah dikenal sebagai Marga Renah Pembarap. Di Marga Sungai Tenang dikenal Desa Renah Pelaan dan Desa Koto Renah. Di Desa Tanjung Benuang dikenal tembo renah bukit serik(batu panjang), renah sungai kandis muaro sungai langkon ke renah tabu gelanggang ke renah sawah bekisah.

Di Desa Lubuk Beringin (Marga Senggrahan) dikenal tembo “renah utan udang”. Di Marga Serampas dikenal Renah Alai dan Renah Kemumu. Di Marga batin Datuk Nan Tigo dikenal Kampung Renah. Di Marga Batin Pengambang dikenal Renah Kemang dan Dusun Renah Pisang kembali.

Penamaan Muara banyak ditemukan diberbagai tempat di Jambi. Baik penamaan Kabupaten, tempat maupun nama-nama Desa. Seperti Muara Jambi, Muara Bungo, Muara Sabak dan Muara Tebo. Begitu juga Muara Siau.

Di Marga Batin V Bangko dikenal Muara Semayo, Muara Jernih. Selain itu juga dikenal Muara Semayo. Di Marga Sungai Tenang dikenal Muara Madras dan Muara Pangi.

Di Marga Batin VI Mandiangin dikenal Muara Ketalo. Di Marga Pelawan dikenal Muara Danau. Di Marga Datuk Nan Tigo terdapat Dusun Muara Mansao. Di Marga Batin Pengambang dikenal Muara Talang Kecil dan Desa Muara Air Dua.

Di Marga VII Koto dikenal Muara Niro, Desa Muara Tabun. Di Marga IX Koto di Desa Pulau Temiang terdapat Dusun Muara Danau. Sedangkan Batas Marga VII Koto dengan Marga IX Koto terdapat di Muara Sako.

Di Marga Sumay dikenal Desa Muara Sekalo. Desa Sekalo sendiri mengenal Muara Dusun Setelak” dan  Muara Kundangan.

Di Marga Tungkal ulu dikenal Muara Dasal. Di Kumpeh dikenal Muara Kumpeh.

Teluk juga dilekatkan ke berbagai nama tempat. Seperti Teluk Kuali, (Marga IX Koto), Teluk Singkawang, Teluk Langkap (Marga Sumay), Teluk Ketapang (Marga Tungkal Ilir), Teluk Panjang (Marga Batin III Ilir), Teluk Kembang, Teluk Kayu Putih (Marga VII Koto) dan Teluk Ketapang, Teluk Nilau (Marga Tungkal Ilir). Di Desa Makmur Jaya dikenal Teluk Sialang.

DI Desa Sponjen (Marga Kumpeh) dikenal Teluk sungai duo. Di Marga Kumpeh Ulu dikenal Desa Teluk Raya. Di Desa Rukam dikenal “teluk menpuh rumbe tebal lapok mengkung. DI Desa Karang Mendapo (Marga Simpang III Pauh) terdapat Dusun Teluk Gedang. Di Batang hari dikenal Desa Teluk Rendah (Marga Kembang Paseban).

Di Marga Batin Pengambang dikenal  teluk sakti rantau betuah gunung bedewo”. Tembo Renah Pembarap mengenal “teluk ske sungai semantung.

Penamaan rantau ditemukan di Rantau Duku (Marga Batin III Ilir), Rantau Panjang, Rantau ikil (marga Jujuhan), Rantau Keloyang (Marga Pelepat). Penamaan Rantau Panjang juga ditemukan Marga V Bangko. Sebelumnya dikenal nama Semayo. Selain itu terdapat Rantau Limau Manis.

Di Marga Serampas dikenal Rantau Kermas. Di Marga Sungai Tenang dikenal Rantau Suli, Rantau Jering dan Rantau Bidaro. Di Marga Kembang Paseban dikenal Rantau Gedang.

Istilah Rantau dapat ditemukan didalam seloko “Alam berajo, rantau bejenang, kampung betuo, negeri bernenek mamak.

Penamaan danau ditemukan di Dusun Danau (Marga Pelepat). Marga Sungai Tenang terdapat Dusun Sungai Danau Pauh.

Di Sponjen dikenal Danau gerogol. DI Desa Rukam dikenal “danau teluk menpuh rumbe tebal lapok mengkung, danau sirih, danau alahan, danau cempak, danau lenban condong danau menncangur, danau sarang burung, Danau Gerang dan Danau empang palang.  Di Muara Jambi dikenal Desa Danau Lamo.

Di Marga Batin V Sarolangun dikenal Danau Bulen. Di Marga Pelawan dikenal Muara Danau. Begitu juga di Desa Karang Mendapo dikenal juga Dusun Muara Danau.

Sedangkan Danau terumbai” merupakan batas (Tembo) antara Marga VII Koto dan Marga IX Koto[22].

Sedangkan Tanjung dapat ditemukan sebagai nama Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan Tanjung Jabung Timur.

Di Marga Sungai Tenang dikenal Tanjung Alam dan Tanjung Mudo. Di Marga Batin III Ilir dikenal Tanjung Gedang. Di Marga Batin II Babeko dikenal Tanjung Menanti. Selain itu juga dikenal Tanjung Agung (Batin VII) di Kabupaten Bungo.

Istilah Bukit dapat ditemukan Dusun Bukit Sari, Pulau Batu (Marga Jujuhan), Bukit Telago (Marga Pelepat), Bukit Gajah Berani, Bukit Gedang, Bukit Mujo, Bukit Tepanggang (Marga Renah Pembarap), Bukit Tiung (Marga IX Ulu). Sebelumnya Bukit Tiung bernama Pulau Piul.

Di Marga Pangkalan Jambu dikenal Bukit Perentak. Sedangkan  Bukit Tungku” merupakan batas Marga Pangkalan Jambu dengan Kerinci.

Di Tanjung Mudo dikenal “Bukit Sedingin”. Di Desa Lubuk Beringin (Marga Senggrahan) dikenal Bukit Kemulau Tinggi dan Bukit Kemulau Rendah. Di Desa Durian rambun dikenal “Bukit Gambut’

Di Marga Batin VI Mandiangin dikenal “Desa Bukit Peranginan. Di Marga Bukit Bulan dikenal Bukit Raya[23].

Di Marga Pelawan dikenal Bukit Padang Sungkai, Bukit Batu. DI Marga Batin Pengambang dikenal Bukit Seruling/Bukit Tandus. Bukit Seruling/Bukit Tandus dijaga sebagai “benteng’ air dan kepentingan untuk masa depan. Di Marga Petajin, Lubuk Mandarsyah mengenal “Bukit Rinting”. Sedangkan Bukit bakar dikenal di Kembang Seri (Marga Maro Sebo ulu).

Di Marga Sumay dikenal “Bukit Tiga Jurai”. Bukit Tiga Jurai kemudian dikenal sebagai Bukit Tigapuluh yang ditetapkan menjadi Taman Nasional Bukit Tiga Puluh. Di daerah Air Hitam dikenal Taman Nasional Bukit Duabelas.

Diantaranya bukit Daun Salo[24] di Bukit Seling, Bukit selasih, Bukit Siguntang. Selain  itu juga dikenal  Bukit Tambun Tulang[25]. Ada juga menyebutkan Bukit Alur babi, bukit Ulu tandikat, bukit ulu benglu, bukit ulu sungai rambutan, bukit ngayau, bukit badak teguling, bukit bakar, bukit ulu senanam, bukit mendelang, bukit temiang, bukit merbau, bukit tunggul berempat[26]. 

Tembo “Kerbau bekuak terus ke Dataran bukit Daun Salo di Bukit Seling, Bukit Tambun Tulang” adalah batas Jambi dengan Provinsi Riau. Sedangkan “Bukit selasih, Bukit Siguntang adalah rimbo simpanan atau rimbo larangan”.

Nama Bukit Selasih adalah nama dusun asal Desa Semambu[27].

Sedangkan penamaan bukit merupakan batas-batas marga Senggrahan dengan Marga yang lain. Seperti “bukit Majo” dengan Marga Peratin Tuo, “Bukit punggung Parang” dengan Marga Tiang Pumpung, Bukit Sengak, Bukit Kapung, Bukit Gagah Berani” dengan Marga Pangkalan Jambu, “Bukit Kemilau Rendah, Bukit Kemilau Tinggi, bukit tepanggang. Dengan Marga Renah Pembarap[28].

Batas antara Marga Senggrahan dengan Marga Pangkalan Jambi merupakan keunikan. Marga Senggrahan menyebutkan Bukit Kapung Sungai Tinggi Bane Belalang Bukit Gagah berani”. Sedangkan Marga Peratin Tuo menyebutkan “Bukit berani. Sedangkan Marga Pangkalan Jambu menyebutkan “Bukit lipai besibak. Lubuk Birah juga menyebutkan “Bukit Lipai besibak”[29].

Bukit Kapung Sungai Tinggi Bane Belalang Bukit Gagah berani” atau “Bukit berani” atau “Bukit lipai besibak menunjukkan tempat yang sama. Atau dengan kata lain, penamaan yang berbeda namun menunjuk tempat yang sama.

Didalam Marga Sungai Tenang terdapat pembagian wilayah. Dengan menggunakan punggung (bukit) maka bisa ditentukan dusun asal dari Punggung Bukit Maka dikenal istilah “Pungguk 6”, “pungguk 9” dan Koto 10”.

Di Marga Batin Datuk Nan Tigo dikenal Dusun Bukit Tanggo Batu. Di MARGA BATANG ASAI TENGAH dikenal Bukit Lanca[30].

Penamaan Bukit dapat dilihat sebagai Nama Marga Bukit Bulan.

Di Kerinci dikenal Hutan Adat Bukit Sembahyang dan Padun Gelanggang,
Hutan Adat Bukit Tinggai.
Di Marga Batin II Ulu dikenal Bukit Bujang Dusun Senamat ulu Sebagai Hutan Adat dan telah dikukuhkan berdasarkan SK Bupati Kabupaten Bungo nomor 48/HUTBUN Tahun 2009 seluas 223 ha.

Istilah bukit dapat ditemukan didalam seloko seperti “Kebukit samo mendaki, kelurah samo menurun”

Penamaan Ujung dikenal di Marga Jujuhan sebagai kampong Ujung Tanjung. DI Marga Renah Pembarap mengenal Desa Parit Ujung Tanjung. Di Marga Pelawan dikenal Dusun Ujung Tanjung. Begitu juga di Marga Batin Pengambang.

Di Desa Sponjen dikenal Ujung Pematang Sirih dan Ujung sungai katung. Di Desa Sungai Bungur mengenal “Ujung Sungai Bungur”, “Ujung Pematang Tepulo”, “Ujung Pematang Sirih”, “Ujung Pematang Tepus”.

Di Desa Sungai Beras (Tanjabtim) mengenal “Ujung Sungai Buluh , Ujung Sungai Budaya, Ujung Parit Senang, Ujung Parit Teluk Pagar, Ujung  Parit Lapis Teluk Pagar, Ujung Sungai Beringin, Ujung Sungai Apok.

Di Marga Batin Datuk Nan Tigo mengenal “ujung Muara Limun”.

Seloko bak napuh diujung tanjung, ilang sikuk baganti sikuk, lapuk ali baganti ali[31],  di Desa Baru Pelepat dan Desa Batu Kerbau serta Dusun Lubuk Telau (marga Pelepat).

Di Marga Sungai Tenang mengenal istilah “tanah ujung Batin” sebagai nama tempat Desa Beringin Tinggi. Penduduknya berasal dari Marga Batangasai dan Marga Batin Pengambang namun wilayah kemudian diberikan dari Marga Sungai Tenang. Sebagaimana seloko “Belalang Batin Pengambang, Tanah Koto Sepuluh. Koto Sepuluh termasuk kedalam Marga Sungai Tenang.

Di Marga Tungkal ulu Penamaan Dusun berdasarkan tipologi khas wilayah[32]. Seperti Dusun Rantau Badak yang terdapat banyaknya badak di Rantau, banyaknya jenis kayu yang bernama Terap yang kemudian bernama Dusun Lubuk Terap. Banyaknya Kambing di Lubuk Kambing, banyaknya Rotan di dusun Sungai Rotan, banyaknya bernai. Bernai adalah nama buah-buahan. Hanya Ditempat ini ada bernai sehingga dinamakan Dusun Lubuk Bernai. Banyak pohon yang bernama pauh (sejenis palm) di Pematang Pauh, banyakya Tayas (buah-buahan sejenis mangga) di Dusun Tanjung Tayas atau banyaknya Bojo (sejenis kacang-kacangan) di Tanjung yang kemudian disebut Dusun Tanjung Bojo. Banyaknya Kebun yang kemudian disebut Dusun Kebun. Kebun kemudian dimaksudkan banyak kebun yang menghasilkan buah-buahan setiap musim. Dan banyaknya rusa dalam satu tempat. Kemudian bernama Dusun Suban.

Atau berdasarkan sifat tipologi nama tempat seperti Rantau yang lurus (lurus kemudian disebutkan benar) sehingga dinamakan Dusun Rantau Benar, Anak negeri yang berdagang yang kemudian dinamakan Dusun Pelabuhan Dagang, tempat bermainnya Raja kemudian bernama Dusun Taman Raja, Tebing yang tinggi kemudian bernama Dusun Tebing Tinggi, Dusun baru yang kemudian disebut Dusun Mudo atau kampong yang baru yang kemudian disebut Kampung Baru.

Selain penamaan dusun berdasarkan sifat dan khas tipologi, penamaan dusun juga berdasarkan tempat digunakan. Maka dikenal tempat penyabungan atau tempat bertemunya para pendekar yang kemudian disebut “Penyabungan”, nama sungai seperti Muara Dasal yang kemudian Kuala Dasal.

Namun yang unik adalah Dusun Dadang. Sebenarnya nama dusun disebut Dusun Padang. Namun dialek kemudian menyebutkan “dadang” (pengaruh pengucapan secara cepat) sehingga kemudian dusun bernama Dusun Dadang.

Disebut dengan Tebing tinggi[33], karena Desa ini sebelumnya sering kebanjiran. Lokasi pemukiman penduduk dialihkan ke seberang sungai Batang hari yaitu di sebelah Timur Desa. Yang lokasinya antra sungai Peneradan dan Muara Sungai Muruh.Sebelumnya Daerah ini berlokasi sebelah Timur Baluran Rimbo, dekat sungai Batanghari yang pada masa itu disebut KUBURAN RANGKILING. Nama Tebing Tinggi diambil berdasarkan letak geograpis alamnya yang memiliki dataran cukup tinggi disbanding daerah lain di sekitarnya.

Di Marga Jujuhan dikenal “Pulau Batu” disebabkan di pulau adanya batu. Daerah ini kemudian dikenal sebagai tempat “Depati Sumarangen”[34]. Pulau Batu terdiri dari kampong Lubuk Tenam, Bukit Sari, Sari Mulya.




            [1] Pertemuan di Desa Pemayungan, Tebo, 26 Desember 2012
            [2] Pertemuan di Dusun Simarantihan, Desa Suo-suo, Tebo, 1 Oktober 2016
            [3] Pertemuan di Desa Senamat, 19 Agustus 2016
            [4] Pertemuan di Desa Rantau Panjang, 26 Agustus 2016
            [5] Eson, Rantau Panjang, 25 Agustus 2016
            [6] Arsitektur Tradisional Daerah Jambi, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, 1986, Hal. 15
            [7] JEJAK LANGKAH ORANG RIMBA - Kisah Perjuangan Orang Rimba Dalam Mempertahankan Hak Atas Sumber Daya Hutan Di Bukit 12 Jambi – Laporan Orang Rimba – KOPER HAM, 2006. Laporan ini telah disampaikan ke KOMNAS HAM dan KOMNAS HAM kemudian telah memuat 12 Pelanggaran HAM di Bukit 12.
            [8] Marga Jebus kemudian tertinggal menjadi Desa Jebus dan termasuk kedalam Kecamatan Kumpeh Hiilir
            [9] Elsbeth Locher-Scholten, Kesultanan Sumatera dan Negara Kolonial: Hubungan Jambi-Batavia (1830-1907), hlm.135
[10] Sungai Sumay adalah salah satu anak sungai yang bermuara ke Sungai Batanghari.
            [11] Termasuk kedalam Marga Batin IX Ilir
            [12] Laporan AMAN Jamb, 2012
[13] Dusun Kapuk adalah dusun yang terletak di tengah-tengah dari kelima dusun Marga Batin V. Dusun Kapuk merupakan tempat pertemuan para Rio Depati mengenal masalah-masalah Marga.  Arsitektur Tradisional Daerah Jambi, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, 1986, Hal. 15
            [14] Marzuki, Desa Mudo, 17 Agustus 2017
            [15] Perda Kabupaten Merangin No. 8 Tahun 2016 Tentang Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat Marga Serampas
            [18] PERATURAN DESA SEPONJEN No.  10 /SPJ/1/ 2018TENTANG BUYUT DAYUT
            [19] Perdes Desa Sungai Bungur No   Tahun 2017 Tentang Tumenggung Bujang Jantan
            [20] PERDES NAPAL MELINTANG NO. 3 TAHUN 2008 TENTANG PENGELOLAAN HUTAN ADAT.
            [21] Pengelolaan Sumber Daya Alam Berbasis Kearifan Adat: Studi Kasus Lima Desa Di Kecamatan Batang Asai, Walhi Jambi, 2016
            [22] Pertemuan di Rumah Pak Saiful. Dihadiri Ismail (mantan Kades Cermin Alam), Syargawi (mantan Sekdes Sungai Abang), Anwar (Ketua Lembaga Adat Kecamatan VII Koto dan Cucu Pesirah), dan Saiful.
            [23] SK BUPATI Sarolangun Nomor 206 Tahun 2010Tentang Pengukuhan Kawasan Hutan Adat Bukit Bulan “Batin Jo PenghuluHutan Adat Bukit Bulan Batin Jo Panghuku seluas 1.368 ha meliputi 5 Desa
[24] Istilah Salo bisa ditemukan dalam Tambo Dusun Pemayungan dan Dusun Semambu yaitu Salo Belarik
            [25] Kepala Dusun Fahmi dan Patih Serunai, Dusun Semerantihan, 24 September 2016
            [26] Data dikumpulkan dari berbagai sumber. Kepala Dusun Fahmi dan Patih Serunai, Dusun Semerantihan, 24 September 2016, Kepala Dusun Semambu, Desa Semambu, Kecamatan Sumay, 18 Maret 2013. Ahmad Intan, 21 Maret 2013 

            [27] Khatib Karim, Ketua Lembaga Adat Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo, tanggal 20 Maret 2013
[28] Samsuddin, Guguk, 16 Maret 2016. Guguk termasuk kedalam Marga Renah Pembarap.
[29] Pertemuan di Muara Siau, Muara Siau, Mei 2011
            [30] Pengelolaan Sumber Daya Alam Berbasis Kearifan Adat: Studi Kasus Lima Desa Di Kecamatan Batang Asai, Walhi Jambi, 2016
            [31] Perda Kabupaten Bungo  Nomor 3 Tahun 2006 Tentang Masyarakat Hukum Adat Datuk Senaro Putih.
            [32] M. Syafe’I Achmad, mantan Pesirah dan mantan Kepala Desa Merlung, 14 Agustus 2016
            [33] Cikman, Desa Tebing Tinggi, 20 Agustus 2016 dan Profil Desa Tebing Tinggi, Walhi Jambi, Juni 2013.
            [34] Eson, Rantau Panjang, 25 Agustus 2016