13 Desember 2018

Aroma Kongkalikong Menyengat di BWSS IV - Pengamat Hukum : Apa tidak takut KPK



SERUJAMBI.COM, Jambi – Balai Wilayah Sungai Sumatera VI (BWSS VI) akhir-akhir ini “gaduh”. Kegaduhan mulai muncul sejak Oktober 2018 lalu. Ketika itu, beberapa sumber menyebut bahwa oknum-oknum di BWSS VI mulai bagi-bagi paket kegiatan APBN 2019. Aroma kongkalikong sangat menyengat.

“Sejak Oktober sudah bagi-bagi mereka. Kalau yang tidak dekat dengan panitia, ya, tidak kedapatan. Padahal sekarang kan sudah terbuka, masak masih nekat atur mengatur gitu?” ungkap sumber Serujambi.com yang mewanti-wanti namanya tak disebut di media.

Beberapa sumber lain bernada sama. Dua sumber lain yang juga pengusaha jasa konstruksi Jambi mengaku, bagi-bagi proyek sudah dilakukan BWSS VI sejak Oktober hingga November 2018 lalu.

Malah, ada dugaan pemberian fee di muka sebesar 2 persen dari pagu proyek. “Ini aktornya ada satu orang. Dia memang mulai kemaruk sejak tahun lalu,” ungkap sumber lain.

Menurutnya, beberapa pengusaha konstruksi sudah sepakat untuk “memerangi” tender proyek di BWSS VI nanti.

“Kita siap tembak. Kalau tidak sesuai, kita gugat, tak bisa dibiarkan kalau sudah begini,” tambahnya.

Sumber lain malah mengaku bahwa selain proyek 48 sumur bor dimonopoli satu rekanan inisial N, paket perencanaan juga diborong oleh rekanan yang tak lain kerabat dekat seorang satker inisial V.

“Ini sudah sangat parah, harus ada pembenahan atau mutasi besar-besaran di BWSS VI, kalau tidak bisa ribut terus,” tutur sumber.

Kepala BWSS VI Jambi, Nurfajri, dikonfirmasi soal ini belum ada tanggapan. Dihubungi, nomor ponselnya bernada sibuk. Dikirim pesan via whatsapp, tak dibaca olehnya.

Terpisah, Musri Nauli SH, salah seorang pengamat hukum di Jambi, menyayangkan apa yang terjadi di BWSS VI Jambi. Ia merasa miris bahwa tindakan tegas dari Komisi Pemberantasan Korupsi RI (KPK RI), belum ada efek jera khususnya bagi BWSS VI.

Padahal, Provinsi Jambi baru saja mengalami kasus suap RAPBD Provinsi lewat OTT KPK November 2017 lalu. Malah, Gubernur Jambi non aktif, Zumi Zola, sudah divonis 6 tahun penjara oleh hakim pengadilian Tipikor karena kasus itu.

“Apa BWSS VI tak takut KPK? Kan sudah jelas KPK sangat serius memberantas korupsi di negeri ini. Harusnya cepat berubah, kembali ke jalan lurus,” tutur Musri Nauli, Kamis (13/12/2018).

Selain itu, sambungnya, KPK paling tidak suka dengan kegaduhan. Semakin gaduh, semakin cepat KPK bertindak.

“Ayo kita benahi negeri ini, terutama provinsi Jambi. Cukuplah sekali KPK melakukan tindakan di sini, jangan ada lagi,” tutupnya.

Sekedar meningatkan, Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VII Bengkulu sudah pernah ditindak KPK RI pada Juni 2017 lalu. Saat itu, kasus suap proyek melibatkan oknum jaksa di Bengkulu.(nas)

www.serujambi.com, 13 Desember 2018

https://www.serujambi.com/2018/aroma-kongkalikong-menyengat-di-bwss-vi-pengamat-hukum-apa-tak-takut-kpk/