03 April 2021

opini musri nauli : Senda Gurau di sela-sela Debat




Ketika saya dihubungi teman-teman Jambi TV untuk mengikuti dialog live Kupas Abis di Jambi TV, saya hanya manggut-manggut. Yah, sekedar refresing setelah “terjebak” rutinitas sidang yang hampir menyita waktu. 


Sebelum menutup pembicaraan, saya kembali bertanya. 


“Siapa yang datang dari jurubicara 01 ?”, tanyaku penasaran. 


“Bang Akmaluddin, bang”, katanya tegas. 


Akupun manggut-manggut. 


Sebagai sesama Alumni HMI, Aku paham. Akmaluddin (Akmal) cukup Bagus intonasi pembicaraannya. Menguasai detail data-data. Ciri khas dari kader HMI yang memang ditempa sebagai Pemimpin.


Tak perlu lagi saya meriset ataupun menguasai data-data. Dengan mengikuti perkembangan politik kontemporer, saya cukup mengetahui. Kemana arah pembicaraan. 


Benar. Ketika Akmal memulai alasan mengajukan permohonan ke MK dan kemudian diputuskan oleh MK, dengan rinci dipaparkan alasan kelemahan KPU didalam menyelenggarakan Pilkada. 


Umpan langsung kusambar. Entah “disepakati” atau tidak, arah pembicaraanpun mulai mengerucut. Kami kemudian berkonsentrasi kepada komisioner KPU Provinsi Jambi. 


Meminjam istilah MK, KPU Provinsi Jambi tidak profesional dan integritas. 


Berbagai upaya dari moderator ingin menggali strategi kemudian terbentur tembok. Kami sama sekali tidak terpancing. 


Saya menggunakan istilah “strategi pasukan darat”. Strategi pasukan darat tidak mungkin disampaikan didalam forum live. Sama sekali tidak mungkin. 


Namun disela-sela “break” acara, kamipun bersenda gurau. Sebagai sesama Alumni HMI, kami lebih banyak bercerita kondisi politik nasional. Termasuk rencana-rencana yang hendak disusun hingga 2024. 


Rencana lama yang disusun namun terhenti karena pilkada. Termasuk juga adanya PSU. 


Namun sebagai sebuah rencana, saya harus mulai total mempersiapkan diri dengan baik. Entah Belajar dari siapapun yang Sudah Terjun politik. Ataupun Belajar strategi memenangkan pertarungan. 


Sebagai advokat, saya bergumul praktek dunia hukum. Dunia misteri yang menarik untuk dipantau masyarakat. Dunia yang tidak saya tinggalkan. Dunia masih terus saya geluti hingga sekarang. 


Sebentar kemudian menjadi Direktur Walhi Jambi (2012-2016), saya kemudian terlibat Dunia LSM. Baik memproduksi pengetahuan, belajar jaringan (networking), Belajar membuat proposal, management Organisasi, berbicara di forum-forum dengan menggunakan bahasa asing. 


Belum kelar menikmati istirahat, saya kemudian dipanggil Mbak Myrna Savitri (BRG) dan mas Cupi. Membantu total BRG di Jakarta. Sekaligus menjadi pasukan Emma. 


Bertemu dengan akademisi gambut, Belajar regulasi tentang gambut, bertemu dengan ormas gambut, petani gambut. 


Kemudian Belajar istilah “sekat kanal”, “gambut dalam”, “lopak, “payo dalam”, “lebung”, gambut lindung dan berbagai istilah teknis yang rumit. 


Belum lagi harus mempelajari 120 regulasi yang berkaitan dengan sektor gambut. 


Istirahat sebentar, kemudian bergumul dengan teman-teman Jurnalis. Memasuki politik praktis. Menjadi komandan tertinggi didunia maya. 


Kemudian Belajar berbagai istilah key word, hosting, domain, Alexa, hit, trending, algoritma, back link, spam. 


Nah, berbagai dunia Sudah dijelahi. Entah dunia hukum praktek peradilan yang masih digeluti hingga sekarang, dunia LSM dan dunia Gerakan yang Tetap ditekuni, memasuki lembaga negara dan Dunia maya, tinggal Dunia politik praktis yang belum dipelajari. 


Tidak salah kemudian ketika paska pemilihan Pilkada 9 Desember 2020, saya berkonsentrasi ke 2024. Belajar dari siapapun yang sudah tenggelam dalam hiruk pikuk dunia politik. 


Dan disela-sela break acara, dominasi pembicaraan tahun 2024. Bukan bahas Pilkada. 


Dan kami bersenda gurau. Berkelakar khas Melayu Jambi.