18 Juni 2021

opini musri nauli : Teknik Mediasi


“Mengetahui kekuatan sendiri merupakan sebagian kemenangan yang bisa diraih. Sedangkan sisanya adalah pertempuran itu sendiri”. (Filosofi China)



Beberapa waktu yang lalu, Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM-RI) mengadakan Pelatihan Fasilitator Desa. Tanggal 3 Juni 2021. Diikuti oleh fasilitator Desa di Provinsi Jambi. 


Salah satu materi yang menjadi pembahasan adalah teknik mediasi. Sebagai bekal Fasdes mengikuti kegiatan di Desa. 

Materi yang disampaikan merupakan pergumulan praktis Penulis sebagai mediator. Sehingga materi ini merupakan perpaduan dasar-dasar mediasi sekaligus mengalami penguatan ataupun penajaman dalam praktek didalam mediasi. 


Sebelum melakukan mediasi, ada baiknya mengenal materi Dasar sebelum dilakukan mediasi. Materi Dasar seperti Menguasai permasalahan, opsi, keluar dari negosiasi buntu dan pilihan minimal. Selain itu juga harus menguasai dan memahami tingkat konflik, dapat melakukan dan Memprioritaskan opsi, memahami  Karakter pihak lawan, mengetahui Perbedaan kepentingan dan standing para pihak, Tujuan negosiasi dan Dampak dan input negosiasi. 


Didalam Teknik Negosiasi maka harus dipahami dulu strategi didalam pengambilan keputusan. Dikenal strategi kooperatif, strategi kompetitif, strategi analitis. 


Strategi kooperatif, meliputi Sasarannya untuk mencapai kesepakatan bagi kedua belah pihak, Menggunakan semboyan win-win solution artinya saling menguntungkan bagi kedua belah pihak. Melakukan kompromi bila diperlukan dan timbal balik. Dan Menciptakan landasan & kepentingan bersama. 


Sedangkan Strategi kompetitif meliputi Mengalahkan lawan, Tidak mempercayai lawan & siap bertarung, Menuntut sebuah konsesi, menegaskan posisi, & melancarkan tekanan atau sama sekali Tidak memberikan apa-apa dan menghabiskan semuanya. 


Strategi analitis meliputi Memiliki filosofi bahwa seorang negosiator pemecah masalah atau pihak yang mampu memberikan solusi ketika tidak didapatka kesepakatan pada kedua belah pihak. Memandang negosiasi sebagai bentuk latihan dalam memecahkan masalah. Bukan sebaliknya dijadikan sebagai permainan. Berusaha kreatif & bersama-sama mencari alternatif solusinya dan Memberikan alasan yang rasional & bukan atas dasar perasaan. 


Sedangkan pilihan strategi dapat dilihat seperti win - lose strategi, lose - lose strategi dan lose - win strategi. 


Tentu saja tidak dapat dilepaskan dari gaya negosiator (Style negosiator). Style negosiator dapat dilihat seperti fighter, kolabolator, kompromis, curang dan profesional. 


Tentu saja berbagai berbagai teknik mediasi tidak terlepas berbagai faktor (key factor). Seperti harus menguasai permasalahan dari berbagai sudut. 


Dan Gunakan Bahasa yang mudah dimengerti. Jangan menggunakan kata-kata yang ambigu dan menimbulkan persoalan baru dan menimbulkan pertentangan. 


Sebelum menutup materi ini, saya teringat dengan Filosofi Tiongkok. ““Mengetahui kekuatan sendiri merupakan sebagian kemenangan yang bisa diraih. Sedangkan sisanya adalah pertempuran itu sendiri”.


Atau pepatah Tiongkok “Peperangan yang paling baik adalah memenangkan pertempuran tanpa setetes darah”