27 Juli 2022

opini musri nauli : Muko


Kata muko adalah dialek dari kata “muka”. Menurut kamus besar Bahasa Indonesia, muka adalah bagian depan kepala, dari dahi atas sampai ke dagu dan antara telinga yang satu dan telinga yang lain. 


Muka dapat diartikan sebagai wajah, air muka atau  rupa muka. Muka dapat diartikan bagian bagian luar sebelah depan. 

Ditengah masyarakat Melayu Jambi, istilah “Muko” sering dilekatkan “datang nampak muko. Balek nampak punggung”. 


Seloko ini menggambarkan kedatangan yang harus menampakkan diri (datang nampak muko). Dan kemudian sebelum meninggalkan tempat harus meminta izin (pulang nampak punggung). 


Seloko ini juga menggambarkan bagaimana proses kedatangan dan kemudian meninggalkan tempat tetap harus pamit. Baik kepada tuan rumah maupun para pemangku adat. 


Seloko ini juga sekaligus bagaimana bentuk silahturahmi masyarakat Melayu Jambi terhadap kedatangan orang yang datang. Sekaligus bentuk keterbukaan masyarakat Melayu Jambi. Begitu juga siapapun yang hendak pamit tetap mendatangi tuan rumah dan penghulu adat. 


Tatacara dan seloko yang menggambarkan keterbukaan masyarakat Melayu Jambi juga memberikan gambaran kerendahan hati masyarakat Melayu Jambi. 


Setiap proses yang dibangun dengan silahturahmi membangun hubungan yang erat membuat masyarakat Melayu Jambi adalah masyarakat yang Terbuka, toleran dan menjunjung tinggi persaudaraaan. 



Advokat. Tinggal di Jambi