07 Juni 2015

opini musri nauli : MENAGIH JANJI KAPOLDA JAMBI



Beberapa waktu yang lalu, Kapolda Brigjen Pol Bambang Sudarisman digantikan oleh Brigjen Pol Drs Luthfi Lubihanto. Brigjen Pol Bambang Sudarisman kemudian menjadi Dalops Asops Polri. Sedangkan Brigjen Pol Drs Luthfi Lubihanto pernah bertugas di Jambi sebagai Irwasda Polda Jambi tahun 2011.

Pergantian Kapolda Jambi menimbulkan harapan segar setelah Kapolda sebelumnya mengisi jabatan sebagai Kapolda Jambi dengan berbagai peristiwa yang menarik perhatian masyarakat Jambi.
Mengenal Brigjen Pol Bambang Sudarisman memang tidak dapat dipisahkan dari masyarakat Jambi. Bertugas sebagai Kapolsek Telanaipura, Kapoltabes Jambi dan kembali lagi ke Jambi sebagai Kapolda Jambi memang mempunyai ingatan kolektif di masyarakat Jambi. Brigjen Pol Bambang Sudarisman sudah menjadi bagian dari masyarakat Jambi.

Terlepas dari pecahnya peristiwa di berbagai tempat dalam periode jabatan sebagai Kapolda Jambi seperti pembakaran Polsek Limun di Sarolangun, seruan tegas untuk menegakkan hukum terhadap aktivitas pertambangan di hulu sungai Batanghari disuarakan oleh Kapolda Jambi Brigjen Pol Bambang Sudarisman.

Sorotan terhadap aktivitas di kawasan hulu sungai Batanghari dalam pengerukan penambangan emas seperti di Merangin dan Sarolangun kemudian membuat Kapolda Jambi Brigjen Pol Bambang Sudarisman mengeluarkan maklumat untuk melakukan tindakan hukum. Maklumat ini disampaikan pada oktober 2014 dalam berbagai kesempatan dengan media massa.

Aktivitas penambangan telah merusak berbagai sungai di hulu Batanghari menimbulkan kegeraman Kapolda Jambi.

Sebagai contoh di Hulu Sungai Batang Masumai, Kabupaten Merangin sudah tercemar tersebut sudah tidak layak lagi digunakan warga untuk kebutuhan sehari-hari (Masak, mandi atau mencuci). Aktivitas ini meresahkan. Pengrusakan bahkan mampu mengoperasikan 100 alat berat. Limbah kemudian dibuang kesuangi.

Tidak hanya di Mesumai. Diperkirakan lebih dari 30 sungai dan anak sungai di Kabupaten Merangin, Sarolangun, Tebo, dan Batanghari tercemar limbah tambang emas. Limbah berupa lumpur, besi, arsenik, hingga merkuri. Bahkan untuk Kabupaten Merangin sendiri telah berkurang dari 30 ribu hektar menjadi 26 ribu hektar (12,4 %).

Padahal Sungai Batanghari merupakan muara dari sembilan hulu anak sungai (Sungai-sungai besar yang merupakan anak Sungai Batanghari adalah Batang Asai, Batang Tembesi, Batang Merangin, Batang Tabir, Batang Tebo, Batang Sumay, Batang Bungo, dan Batang Suliti.). Sungai Batanghari kemudian mempertemukan berbagai Sungai-sungai Besar di Jambi.

Para ahli sudah mengingatkan bahaya bahan-bahan kimia akibat pertambangan terutama. Merkuri sebagai bahan untuk pemurnian emas. Dengan hanya 0,01 miligram per liter (mg/l), logam berat itu sudah menyebabkan kematian. Dalam konsentrasi yang lebih rendah pun sangat berbahaya. Merkuri dalam tubuh bersifat akumulatif.

Merkuri alias air raksa (Hydrargyrum, Hg) menginfiltrasi jaringan dalam tubuh. Jaringan dan organ rusak, janin cacat, serta intelektualitas (IQ) jongkok. Kejadian ini mengingatkan tragedi Minamata yang mengakibatkan 3000 warga Teluk Minamata menderita penyakit aneh, mutasi genetika dan tidak dapat disembuhkan.

Dari 16 titik sampling di sepanjang DAS Sungai Batanghari, lima titik tercemar sedang. Sedangkan sisanya tercemar limbah berat.

Tidak hanya menimbulkan pencemaran di hulu sungai Batanghari, akibat aktivitas pertambangan kemudian menimbulkan Banjir. Tahun 2015 saja telah mengakibatkan sekitar 843 rumah terendam tahun 2013. Pada tahun 2015, Banjir ini kemudian menenggelamkan Desa-desa seperti Tiga Alur, Dusun Baru, Desa Bukit, Desa Perentak dan Desa Bungo Tanjung yang terletak di Kecamatan Pangkalan Jambi, Merangin. Banjir yang tidak perlu terjadi. Melihat topografi, maka daerah ini tidak pernah mengalami banjir. Namun sekarang sering mengalami banjir. Banjir yang tidak disebabkan oleh alam namun karena aktivitas manusia.

Tidak cukup terhadap tercemar sungai-sungai dan banjir. Akibat aktivitas pertambangan menimbulkan korban. Pada Desember 2014 mengakibatkan 3 orang tewas di Renah Pembarap. Padahal 2 bulan sebelumnya juga mengakibatkan 2 orang tewas. Belum lagi pada bulan Mei 2014 mengakibatkan tewas 4 orang di Batangasai, Sarolangun. Angka ini kemudian bisa dilihat ketika tewas 2 orang bulan September 2013. Angka-angka ini sekedar mewakili kesuraman pengelolaan buruk di sektor tambang yang berhasil diliput oleh media. Angka-angka itu seperti gunung es. Hanya tampak di permukaan.

Melihat kesuraman terhadap aktivitas pertambangan, sehingga kegeraman Kapolda Jambi Brigjen Pol Bambang Sudarisman kemudian menimbulkan harapan terhadap penyelesaian secara hukum (law enforcement). Kapolda Jambi pasti mengetahui akar, aktor bahkan sindikat yang menghancurkan berbagai hulu sungai. Sehingga tidak salah kemudian maklumat yang dikeluarkan Kapolda Jambi menimbulkan harapan dapat menyelesaikan persoalan hulu di Sungai Batanghari.

Namun berlalunya waktu, seruan maklumat yang dikeluarkan Kapolda Jambi Brigjen Pol Bambang Sudarisman belum menghasilkan. Sampai digantikan oleh Brigjen Pol Drs Luthfi Lubihanto, aktivitas pertambangan masih berlangsung. Hampir praktis tidak terdengar proses hukum terhadap penegakkan hukum di kawasan untuk menghentikan aktivitas pertambangan.

Seruan dan maklumat untuk menegakkan hukum berlalu bersamanya waktu. Seruan dan maklumat ini kemudian “seakan-akan” tidak bernyali untuk menyelesaikan persoalan penegakkan hukum. Wibawa terhadap seruan dan maklumat menjadi terkikis dan hilang.

Tentu saja pergantian Kapolda Jambi harus diwujudkan dengan memenuhi janji Kapolda Brigjen Pol Bambang Sudarisman. Kapolda Jambi yang baru Brigjen Pol Luthfi Lubihanto harus mampu membuktikan wibawa penegak hukum. Brigjen Pol Luthfi Lubihanto harus dapat memenuhi rasa keadilan masyarakat yang terabaikan akibat aktivitas pertambangan. Negara harus hadir untuk memenuhi hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat sebagaiman diatur didalam konstitusi.

Harapan itu senantiasa ditumpukan kepada puncak pucuk pimpinan Kepolisian Jambi.

Pergantian Kapolda Jambi mempunyai makna. Makna untuk adanya harapan memastikan lingkungan yang baik di Jambi. Apabila harapan itu tidak terwujudkan. Tidak salah kemudian pergantian Kapolda hanyalah peristiwa biasa. Tidak bermakna di tengah masyarakat.

Selamat Jalan Brigjen Bambang Sudarisman. Selamat datang Brigjen Pol Luthfi Lubihanto

Dimuat di Harian Jambi Independent, 10 Juni 2015.