28 Oktober 2018

opini musri nauli : KPK Dalam kritik dan bekerja



Diibaratkan “Cicak”, KPK mulai berhadapan dengan Naga, Gorilla, Genderuwo yang selama ini “sembunyi” diketiak para konglomerat dan perusahaan-perusahaan besar.

Lihatlah. Dalam kurun yang tidak lama, setelah membongkar sindikat perizinan Meikarta, KPK mulai menyasar group raksasa Sinar Mas. Ditangkapnya Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro dan Tertangkapnya anggota DPRD Kalteng dengan pemberi suap dari PT Binasawit Abadi Pratama (BAP), anak usaha PT Sinar Mas Agro Resources And Technology Tbk (SMART) mulai menarik perhatian.

SMART adalah perusahaan publik produk konsumen berbasis kelapa sawit yang terkenal di Indonesia. Perkebunan kelapa sawit SMART mencakup lebih dari 138.000 hektar (termasuk plasma). SMART juga mengoperasikan 16 pabrik kelapa sawit, 5 pabrik pengolahan inti sawit dan 4 pabrik rafinasi di Indonesia.

Kemajuan kinerja KPK menyasar kepada korporasi yang selama ini menjadi pembicaraan public merupakan sebuah prestasi tersendiri. Ditangan Agus Rahardjo, KPK mulai menunjukkan diri sebagai lembaga yang dipercaya public. Terutama berkaitan dengan kasus-kasus sector sumber daya alam.

Saya masih ingat persis. Ketika paket 5 pimpinan KPK terpilih, banyak yang meragukan terhadap KPK. Agus Rahardjo yang kurang dilirik, Basaria Panjaitan yang berlatarbelakang dari kepolisian menjadi sorotan public. Sebagian meragukan kinerja paska dari Abraham Samad dkk yang sempat menjadikan Wakapolri sebagai tersangka. Bahkan kepemimpinan KPK malah diragukan dan sempat menjadi apatis.

Namun dalam suasana yang sama, saya menegaskan. KPK sudah mempunyai system yang baik. Dengan perjalanan yang panjang, melalui lika-liku yang terjal, UU KPK yang paling banyak dipersoalkan di MK, berbagai pimpinan yang kemudian tersangka hingga bermacam deraan justru membuat KPK sebagai lembaga yang paling dipercaya public. Dengan jam terbang yang panjang, system yang tertata baik hingga berbagai dukungan public membuat KPK mampu lihai meniti berbagai buih yang menderanya.

Dengan berseloroh saya bergumam “Siapapun pimpinan KPK, dipastikan pimpinan KPK akan mengikuti mekanisme yang sudah tertata dengan baik. Siapapun itu”. Serasa sendirian saya meyakini diri saya dan teman-teman yang meragukan KPK.

Namun pelan tapi pasti. Dengan bekerja dengan diam, tidak perlu Tarik menarik kepentingan dari issu public, berbagai prestasi KPK mulai menunjukkan hasilnya.

Tanpa pandang bulu, satu persatu Kepala Darah mulai dicekoki. Dan mulai menyasar kepada kejahatan yang berkaitan dengan Sumber daya alam. Sektor yang selama ini kurang ditanggapi dengan baik.

Setahun yang lalu, saya juga heran. Mengapa issu Meikarta yang sempat heboh namun belum ada penindakan hukum. Keheranan saya dirasakan melihat begitu besar melihat “iklan” Meikarta baik dibillboard maupun iklan di berbagai media massa namun kasus lingkungan maupun tataruang kurang mendapatkan perhatian.

Namun dengan ditangkapnya Bupati Bekas dan petinggi Lippo Group menjawab keraguan saya. KPK mendengarkan nurani public dan memberikan pelajaran penting terhadap penegakkan hukum di Indonesia.

Belum usai merasakan kegembiraan, ditangkapnya pimpinan PT Binasawit Abadi Pratama (BAP), anak usaha PT Sinar Mas Agro Resources And Technology Tbk (SMART) membuat saya kemudian memberikan apresiasi kepada KPK. Pelan tapi pasti, berbagai kasus yang mendera public mulai mendapatkan perhatian penuh dari KPK.

Ditengah berbagai kritikan terhadap kinerja KPK, issu panas tentang polemic internal, maupun berbagai issu yang mendera tidak membuat KPK menjadi lunglai.

Dengan diam, KPK terus menunjukkan kinerjanya. Pelan tapi pasti, kasus-kasus yang berkaitan dengan sumber daya alam menjadi perhatian penuh dari KPK. Sebuah sector yang merusak sumber daya alam dan merugikan trilyunan yang tidak cukup dengan ditangkapnya cuma sekedar Kepala Daerah yang menerima suap.

Tentu kita berharap agar berbagai kasus yang terjadi diberbagai wilayah tanah air menjadi perhatian KPK. Penangkapan petinggi Meikarta dan anak perusahaan SMART tidak berhenti. Masih banyak yang menunggu untuk diungkapkan oleh KPK.

Peristiwa demi peristiwa kemudian mengajarkan kepada kita. Tetaplah berharap kepada harapan. Jangan berhenti untuk menumbuhkan harapan.

Keep spirit, KPK.