17 Agustus 2019

opini musri nauli : Filsafat Nusantara



Akhir-akhir ini, bangsa Indonesia dijejali berbagai pengetahuan yang berangkat dari pemikiran barat. Entah istilah-istilah seperti “rasional-empiris”, “alam mikro-alam makro”, “mikrokosmos-makrokosmos”, “material-non material”, “kongkrit-rasional”, “logis-rasional”, “mekanis”,  berhadapan dengan “alam cosmopolitan”, “irrasional-magis”, “mistis”, “irmaterial”, “alam bawah sadar”, “organis-mekanis” atau “irrasional-magis”.

Pengetahuan itu kemudian menjadi gagap ketika “keluhuran”, “budi pekerti”, “alam bawah sadar” mampu menjelaskan secara utuh (komprehensif) tentang alam dan berbagai dinamikanya.

Literaturpun kemudian dibenturkan filsafat barat (baik dimulai dari pra-Yunani hingga kontemporer. Istilah kontemporer juga merujuk kepada post modern) dengna filsafat Timur ( yang kemudian hanya merujuk kepada Filsafat Tiongkok, India dan Timur Tengah).

Lalu dimana filsafat Nusantara yang masih hinggap dalam alam pemikiran manusia yang hidup di Nusantara ?.

Apakah tema Filsafat Nusantara yang digagas oleh Damardjati Supadja yang berangkat dari Filsafat Jawa belum menggambarkan tentang filsafat Nusantara ?.

Atau juga Filsafat Nusantara merupakan jalan ketiga diantara pertarungan Filsafat Barat dan Filsafat Timur sebagaimana menjadi perhatian para Filosof nusantara ?

Atau perdebatan simantik Filsafat Nusantara atau Filsafat Indonesia belum kunjung selesai ?

Apakah sebelum kedatangan bangsa-bangsa besar dunia yang membawa pemikiran dan konsepsi tentang Ketuhanan, di Indonesia kemudian tidak mengenal Tuhan ?

Lihatlah jejaknya masih bisa ditelusuri seperti Bukankah Di Batak dikenal Hasipelebeguon, Ompu Mulajadi Nabolon atau Debata Mulajadi Nabolon atau Parmalin (Batak), Biku Bejenggo, Biku Bermano dan Biku Bembo (Rejang), Sunda Wiwitan (Sunda), Gusti Nu Maha Suci Allah Maha Kuasa atau Sangkan Paraning Dumadi (Baduy), Pangestu (Sunda), Kejawen (Jawa), “Serat Jamus Kalimasada” (Serat Punjer Kawitan, Serat Pikukuh Kasajaten, Serat Uri-Uri Pambudi, Serat Jati Sawit dan Serat Lampahing Urip) di Samin, Brahma-Wisnu-Siwa (Bali), Wetu Telu (NTB), Marapu (NTT), Kaharingan (Kalteng), Towani Tolotang (Sidenreng Rappang, Sulsel).

Lalu bagaimana dengan Ranggawarsito, Syech Siti Jenar, Hamzah Fansuri, Sunan Kalijaga, Tan Malaka, Abdurrahman Wahid (Gusdur), Pancasila didalam “pertarungan” Filsafat Barat dan Filsafat Timur ?

Bukankah penghormatan “puyang” yang masih menjadi pembicaraan ditengah masyarakat masih hidup dan terus dituturkan ?

Tema-tema inilah yang kemudian menjadi pembahasan didalam pertemuan regular 14 x pertemuan. Dimulai dari Filsafat Barat kemudian Filsafat Timur dan Filsafat Nusantara. Sehingga peserta pertemuan dapat meletakkan posisi “alam pemikiran orang Nusantara” dalam pertarungan pemikiran.


A.      Kurikulum & Jadwal Kegiatan

SESI
TEMA
HARI/TANGGAL
WAKTU
PEMANTIK
KET
1
Pengantar Filsafat
(Epistemologi, Logika, Ontologi, & Aksiologi)
 Sabtu/
17 Agustus 2019
 Pukul 14.00 Wib


2
Filsafat Ilmu dan Filsafat Alam
Minggu/
18 Agustus 2019
Pukul 14.00 Wib


3
Filsafat Barat ; Klasik & Abad Pertengahan
Sabtu/
24 Agustus 2019
Pukul 14.00 Wib


4
Filsafat Barat ; Modern & Kontemporer
Minggu/
25 Agustus 2019
Pukul 14.00 Wib


5
Persentase Makalah Filsafat Barat
Sabtu/
31 Agustus 2019
Pukul 14.00 Wib


6
Filsafat Timur ; Filsafat Tiongkok
Minggu/
01 September 2019
Pukul 14.00 Wib


7
Filsafat Timur ; Filsafat India
Sabtu/
07 September 2019
Pukul 14.00 Wib


8
Filsafat Timur ; Filsafat Islam
(Terbuka Umum)
Minggu/
08 September 2019
Pukul 14.00 Wib


9
Persentase Makalah Filsafat Timur
(Tiongkok, India, & Islam)
Sabtu/
14 September 2019
Pukul 14.00 Wib


10
Filsafat Nusantara ; Filsafat Jawa
Minggu/
15 September 2019
Pukul 14.00 Wib


11
Filsafat Nusantara ; Filsafat Melayu Jambi
Sabtu/
21 September 2019
Pukul 14.00 Wib


12
Filsafat Nusantara ; Filsafat Moral
(Hukum, Lingkungan, dan Tokoh Nusantara) Terbuka Umum.
Minggu/
22 September 2019
Pukul 14.00 Wib


13
Tan Malaka & Pancasila
Sabtu/
28 September 2019
Pukul 14.00 Wib


14
Persentase Makalah Filsafat Nusantara.

Sekaligus Penutupan Kelas
Minggu/
29 September 2019
Pukul 14.00 Wib