17 Juni 2021

opini musri nauli : Ah, Kamu Tak Asyik !!!


Secara sekilas, kata-kata “Ah, Kamu Tak Asyik !!!”, sekedar pelepas canda. Mengakhiri perdebatan sembari bergurau. 


Namun apabila ditelisik, kata-kata ini mengandung makna yang dalam. Sekaligus mengukur “kedalaman” lawan berdebat. 

Perhatikanlah kata-kata “Ah, Kamu Tak Asyik !!!”. 


Makna yang tersembunyi didalam kata-kata ini sekaligus juga membuktikan, lawan debatnya ternyata tidak satu frekuensi. Bahkan yang lebih menyentak. Kata-kata ini sekaligus simbol “ketidakpahaman” teman berdebatnya. 


Didalam Membangun logika, seringkali, para penutur terjebak dengan pemikiran yang justru jauh dari esensi tema pembicaraan. 


Ya. Mirip-mirip dengan “argumentum ad loculun”. Dimana sang penutur sama sekali tidak paham atau jauh dari konteks pembicaraan. Atau tema yang Sedang dibicarakan. 


Bak seloko Jambi “orang ke Hulu, Awak ke ilir”. 


Berbagai tema-tema yang sebenarnya menarik untuk didiskusikan. Dan sekaligus Membangun wacana kewarasan didalam berfikir. Namun kemudian malah sang penanggap “terjebak” dengan membangun konstruksi “komplotan” atau “jaringan”. 


Ketika si A menulis maka bukan argumentasinya yang dilihat. Tapi sudah langsung menuduh si A menulis karena mendukung si B.


Dalam tulisan, menggunakan cara-cara ini justru paling memalukan. Selain meruntuhkan makna tulisan itu sendiri, cara ini sebenarnya justru merendahkan dari sang penulis itu sendiri.


Dalam tema mengenai Haji yang membuat jamaah haji gagal berangkat yang kemudian disadur dari produksi “hoax” maka ketika ditanggapi malah menjadi “uring-uringan”. Tidak tanggung-tanggung kemudian yang menjelaskan (tentu saja dengan data) malah sering disebut “pendukung Pemerintah-lah”. Atau pendukung “Jokowi-lah”. 


Namun ketika Pemerintah Arab Saudi resmi meriliskan tentang haji yang hanya dikhususkan dan tidak Terbuka untuk negara lain, tiba-tiba tema haji kemudian meredup. Persis kayak “kucing keno Siram air”. 


Kata-kata “Ah, Kamu Tak Asyik !!!” Digunakan sebagai pengakhir pembicaraan. Sekaligus untuk menghentikan diskusi. Namun tetap menjaga hubungan emosional sebagai pertemanan. 


Dengan menggunakan kata-kata “Ah, Kamu Tak Asyik !!!”, si penutur sengaja mengakhiri tanpa harus kehilangan teman berdebat. Sekaligus juga jenuh dengan tema yang didiskusikan yang tiada berkesudahannya. 


Entah kapan kata-kata ini muncul. Mungkin 5-10 tahun terakhir. Setelah anak-anak muda mulai mengaungkannya. Sekaligus mengakhiri diskusi dengan cara asyik. 


Sebelum kata-kata ini menjadi slogan yang sering digunakan, sebelumnya digunakan istilah “Jaka Sembung Bawa golok” 


Berbeda dengan kata-kata “Ah, Kamu Tak Asyik !!!” Yang menampakkan cara mengakhiri dengan elegan (walaupun menohok), kata-kata “Jaka Sembung Bawa golok” lebih vulgar, spontan dan cara keras untuk menunjukkan “kedalaman berfikir” sang lawan debat. 


Namun kata-kata “Ah, Kamu Tak Asyik !!!” Atau “Jaka Sembung Bawa golok”  dapat disandingkan dengan pesan yang jelas. Terhadap debat-debat yang kemudian hanya menghasilkan debat tidak bermutu maka saya hanya mengutip “Tinggalkan perdebatan yang tidak ada faedahnya. Sekalipun kita dipihak yang benar”.