17 Juli 2022

opini musri nauli : Puyau

Ketika saya mendengar seloko “Puyaulah Balek, Awak nak masang jerat”, seketika saya harus mengernyitkan dahi. Selain mendengarkan Seloko yang masih asing penggunaan kata “puyau”, secara sekilas kesan dari penutur cukup menyentuh. 


Puyau adalah nama burung. Jenis kuntul warna putih. Menjadi pemandangan sehari-hari di daerah Payo, rawa, bento. Nama-nama tempat itu biasa dikenal dengah daerah gambut. 

Dari kompasiana, justru saya menemukan artikel yang menarik. Ternyata di Kalimantan selatan, justru nama “puyau” adalah nama ikan. hingga menyebar ke seantero kalsel begitu banyak jenis ikan ini. Seperti  saluang, puyau lamah, puyau karas, lampam, saluang sangin, mangkiih, dan masih banyak nama lainnya.


Sumber lain juga menyebutkan “puyau” sebagai nama ikan. Berasal dari bahasa Banjar. 


Ikan puyau adalah jenis ikan yang hidup di air tawar anggota suku Cyprinidae. Ikan ini hidup dan menyebar di daerah Asia tenggara, salah satunya di daerah Kalimantan. Ikan puyau ini hidup secara berkelompok di pesisir sungai atau dibawah batang pohon kayu yang terendam air.


Ikan puyau memiliki ciri khas dibagian moncong yang membulat tumpul dengan bibir yang berkerinyut dan dapat disembunyikan. Panjang ikan ini berkisar antara 250 - 260 mm. Nama lain ikan puyau ini adalah ikan nilem, nilem mangut atau melem (Osteochilus vittatus).


Kembali ke Seloko “Puyaulah Balek, Awak nak masang jerat”. 


Menurut kamus besar Bahasa Indonesia, kata Jerat diartikan tali yang ujungnya disimpulkan membentuk lubang yang dapat disempitkan atau dilonggarkan (untuk menangkap burung, kijang, dan sebagainya). Kata “jerat” juga sering digunakan untuk “tipu muslihat untuk menyusahkan atau mencelakakan orang”. 


Sehingga apabila dilihat dari makna “puyau” yang disandingkan dengan “balek” dan kemudian dihubungkan dengan “masang jerat” maka seloko itu menggambarkan “orang sudah selesai bekerja, malah sang penutur “menggambarkan’ dan kiasan kepada orang baru datang”. 


Makna ini sungguh dalam. Sekaligus pesan dari sang penutur terhadap kedatangan “orang baru” datang ketika Pekerjaan usai. Menggambarkan “kemalasan” dari orang yang baru datang. 



Advokat.  Tinggal di Jambi