26 Oktober 2018

opini musri nauli : BELAJAR MATEMATIKA


Menurut kabar, Orang Kaya cuma 1 %. Sedangkan 99 % hidup pas-pasan. Angka ini cukup menarik disaat politik sedang gaduh.

Sekarang mari kita lihat data-data untuk melihat persoalan diatas. Menurut proyeksi Badan Perencanaan Nasional (Bappenas) tahun 2013 yang kemudian dipublish katadata, jumlah penduduk Indonesia 265 juta jiwa. Jumlah penduduk tersebut terdiri dari 133,17 juta jiwa laki-laki dan 131,88 juta jiwa perempuan.
Angka yang tidak berbeda jauh yang disampaikan oleh BPS tahun 2017 yang menyebutkan penduduk Indonesia 261 juta jiwa

Dengan jumlah penduduk mencapai 265 juta jiwa atau “anggaplah” 261 juta jiwa, maka hanya 2,65 juta atau 2,61 juta orang kaya di Indonesia. Sedangkan yang hidup pas-pasan berjumlah 262,35 juta atau 258,39 juta jiwa.

Apakah Hidup pas-pasan dapat Kendaraan ? . Padahal menurut Mabes Polri awal tahun 2018 jumlah kendaraan mencapai 111 Juta, atau tepatnya 111.571.239 unit kendaraaan. Angka tersebut termasuk jumlah sepeda motor yang memberikan kontribusi terbesar sebesar 82% atau 91.085.532 unit sepeda motor. Menyusul Mobil Pribadi dengan kontribusi 12% atau sebanyak 13.253.143 unit mobil. Sisanya kontribusi dari Mobil Bus, Mobil Barang, dan Kendaraan Khusus.

Nah. Bagaimana nih ?

Ok. Kita lanjutkan penghitungannya.

Dengan menyingkirkan orang yang mampu memiliki kendaraan maka kita lihat di sepeda motor yang mencapai 91 juta. Sehingga 265 juta atau 261 juta kita kurangi dengan 91 juta maka tinggal 174 juta atau 170 juta (65%) yang dapat disebut sebagai “orang yang pas-pasan”.

Atau kita pakai data dari Telkomsel yang menggunakan 108 juta pelanggan. Sehingga bisa dipastikan 265 juta atau 261 juta dikurangi 108 juta kemudian menghasilkan 157 juta atau 153 juta (58%) yang yang dapat dikategorikan “hidup pas-pasan”.

Sehingga melihat pemilik kendaraan sepeda motor yang mencapai 91 juta maka bisa dipastikan tinggal 65% yang dapat dikategorikan “hidup pas-pasan”.

Definisi Hidup pas-pasan adalah makna social yang relative kesulitan untuk mengukurnya. Bank Dunia hanya menyebutkan kemiskinan dilihat dari pendapatan kurang dari USD 1,9 per hari, atau setara Rp 775.200 per bulan. Sehingga penduduk Indonesia berjumlah 70 juta yang hidup digaris kemiskinan. Atau 26% dari jumlah penduduk Indonesia.

Sedangkan BPS (2018) menyebutkan angka kemiskinan Indonesia per September 2017 mencapai 26,58 juta orang. Angka kemiskinan turun dibanding periode sama 2016 yang mencapai 27,77 juta orang.

Lagi-lagi hidup pas-pasan dengan angka 99% tidak dapat diterima.

Dengan demikian mengutip data bank Dunia yang menyebutkan 70 juta  (26%) digaris kemiskinan atau data dari BPS hanya menyebutkan 26 juta (9,8%). Angka yang jauh dari 99%. 


Dimuat di www.serujambi.com, 26 Oktober 2018

https://www.serujambi.com/2018/opini-belajar-matematika-menyoal-orang-kaya-cuma-1-persen/