17 Maret 2021

opini musri nauli : Gumaman Para Punggawa


Terdengar gumaman dibelakang istana. Suaranya lirih. Hampir tiada terdengar. 


“Tuanku, para punggawa, bagaimana nasib hamba ini. Raja dan permaisuri telah meninggalkan Istana Astinapura”, kata Depati lirih. 

“Mereka Lengser keprabon. Mandig Pandito. Menyepi”, lanjutnya. 


“Wahai para Depati. Sebelum keluar titah baru dari Raja baru, kerjakan kewajiban dan tanggungjawabmu. Jaga negeri Astinapura dari serangan negara api”, jawab Punggawa tegas. Suaranya berat. Keras dan menggelegar. Tidak ada satupun terkesan ragu. 


“Menurut Ahli nujum Istana, serangan dari negara api akan melanda negeri Astinapura. 10 purnama terakhir, kerajaan negara api menyusun kekuatan. Menyerang Istana Astinapura’, kata Punggawa sembari menunjuk ke Arah alun-alun Istana astinapura. 


“Segera dilaksanakan Titah dari punggawa. Hamba bersedia memikul tugas yang tuanku berikan. Dengan pasukan Jaga Agni, pasukan pemukul yang hendak melawan pasukan Negeri api”, katanya tegas. Kembali mendapatkan semangat untuk bertugas. 


“Apabila tuanku berkenan, hamba undur diri. Kembali bertugas ke perbatasan”, kata Depati.