18 Mei 2021

opini musri nauli : Merapalkan Kitab

Suasana sunyi di padepokan. Pemimpin padepokan dan para pendekar Sedang merapalkan mantra dan Ajian dari kitab. Kitab yang diwariskan dari leluhur padepokan. 

Entah berapa kali sang telik sandi datang ke padepokan. Agar mengirimkan pendekar terbaik ke Istana Astinapura. Namun sang Pemimpin padepokan belum juga mengirimkan. 


Sudah beberapa kali purnama berlalu. Pendekar yang hendak dikirimkan belum juga menuntaskan rapalan mantra dari kitab. 


Kegundahan sang Pemimpin padepokan semakin gelisah. Padepokan yang melahirkan pendekar yang kesaktian mandraguna belum mampu menaklukkan dedemit yang menyerang negeri Astinapura. 


Bahkan beberapa orang pendekar yang selam ini mumpuni kesaktiannya pulang dengan tangan hampa. Tiada berdaya menghadapi dedemit yang belum mampu juga ditaklukkan. 


Ditengah tapa brata, Sang Pemimpin padepokan terus bersemedi. Menghadap sang dewata agung. Agar padepokan dapat mengirimkan pendekar untuk menaklukkan dedemit yang masih menyerang negeri Astinapura. 


Suasana kembali sunyi. Tiada suara apapun. Selain asap dupa yang terus memancarkan bau semerbak di pasebanan.