24 Juni 2021

opini musri nauli : Negeri Astinapura - Kegaduhan di Istana Astinapura

Syahdan. Terdengar suara kegaduhan di balairung Istana Astinapura. Para dubalang Raja dan punggawa kerajaan mengelilingi Balairung Istana Astinapura. 


“Tuanku, hamba mendapatkan kabar dari sang telik sandi. Kerumuman pasar dihebohkan para punggawa kerajaan. Mereka berteriak di kerumuman pasar. Sungguh tidak pantas, tuanku”, kata sang punggawa kerajaan. 

“Benar, tuanku. Sungguh tidak pantas para aditya yang berteriak di kerumuman pasar”, sambut sang dubalang Raja. Sembari merapikan jubahnya. Tangannya terkatup didada. 


“Menurut telik sandi, para aditya yang mengamuk di kerumuman pasar tidak melambangkan jiwa abdi kerajaan. Jubah yang dikenakannya menjadi hina, tuanku”, kata sang punggawa kerajaan. 


Terlihat sunyi di balairung Istana. Sang Raja hanya diam. Wajahnya menunjukkan kemarahannya. Gelisah melihat perilaku yang tidak pantas dari aditya. 


Semuanya kemudian terdiam. Tidak berani menunjukkan wajahnya. Tertekuk di Lantai. 


Tidak ada satupun titah yang disampaikan oleh Raja Astinapura. Tidak lama kemudian Sang Raja Astinapura meninggalkan balairung istana. 


Langkahnya pelan. Tidak terlihat wajah gembira. 


Suasanapun kembali sunyi.