12 Mei 2021

opini musri nauli : Ulama Jambi (9)



Pirhat Abbas selain menuliskan tentang tentang “Paham Keagamaan H. Abdul Jalil bin H. Demang : Analisis Kitab Minhaj al- Umniyah fi Bayani ‘Aqidah Ahl al- Sunnah wa al-Jamâ’ah” , salah seorang ulama besar yang berada di pedalaman uluan Batanghari justru ditemukan di Desa Kasiro ternyata juga menuliskan tentang H. Yunus bin H Shaleh.

H. Yunus bin H Shaleh,  seorang ulama dan tokoh masyarakat yang berasal dari Desa Kasiro, Batang Asai, Kabupaten Sarolangun, Jambi. Hidup tahun 1914 - 1969. 


H. Yunus bin H Shaleh untuk pergi merantau mempelajari agama di Madrasah Jauharain Maknun Tanjung Johor seberang Kota Jambi. Madarasah ini sangat populer di zamannya, karena banyak melahirkan ulama yang tersebar dalam Provinsi Jambi. Di madrasah ini H. Yunus bin H. Shaleh tekun dan mendalami ilmu agama Islam. Beberapa kali pada ujian akhir tahun H. Yunus bin H. Shaleh terpilih menjadi perserta ujian wakaf. 


Dalam waktu 5 tahun (1926-1930) H.Yunus bin H. Shaleh berhasil menyelesaikan studinya di Madrasah tersebut. Kesungguhan dan kecerdasan ketika belajar serta keberhasilan menyelesaikan studi dengan baik, mendapat catatan tersendiri oleh gurunya.


Kelebihan dan kemampuan intelektual dalam memahami agama Islam serta semangat dan perjuangan yang tinggi dalam menyebarluaskan agama Islam dalam bentuk mengajar dan berda’wah di berbagai tempat dihargai oleh Khof Penghulu Jambi, dengan menyetujui dan mengesahkan H. Yunus bin Haji Shaleh menjadi penyebar ajaran Islam. 


Setelah H. Yunus bin H. Shaleh menyelesaikan studinya tahun 1930, beliau langsung turun ke masyarakat, terutama di Desa Kasiro dan sekitarnya dengan berbagai kegiatan kegamaan. 


Di antaranya membuka madrasah Jauharus Sobyan. Pendirian madrasah ini mendapat sambutan yang besar dari masyarakat, karena pengajian yang berbentuk madrasah tidak ada lagi. 


Beberapa tahun sebelumnya Guru Kyai Haji Abdul Jalil bin Demang pernah mendirikan madrasah. H. Abdul Jalil bin H. Demang yang kemudian dikenal menulis kitab Kitab Minhaj al- Umniyah fi Bayani ‘Aqidah Ahl al- Sunnah wa al-Jamâ’ah”. Kitab ini berisikan bidang taufi, fiqh dan tasawuf. Menggunakan aksara Arab Melayu. Ditulis pada 1346 H (1924 M).


Pada masa itu, H. Yunus bin H. Shaleh mulai membuka pengajian khusus bagi orang dewasa, pada pagi Jum’at, pukul 06.00-08.00 WIB. Pengajian diselenggarakan di surau Dusun Muara Kebunut, salah satu dusun di Desa Kasiro. Letak surau tidak jauh dari rumah. Pengajian di mulai dengan pembahasan masalah tauhid, rukun iman dan fiqh. 


H. Yunus bin H Shaleh menuliskan kitab Dilalat Al-Ammi. Kitab Dilalat al-`Ammi ditulis  tahun 1356 H (1934 M). Kitab ini berisi pembahasansan mengenai `aqidah dan syari`ah.


Di dalam beragama  paling  tidak  ada  dua  masalah  pokok,  yaitu  tauhid  dan  fiqh. Tauhid  adalah membicarakan  tentang  sifat  Tuhan  yang  wajib,  mustahil,  dan  yang  harus  bagi  Tuhan.  Demikian  juga  pembicaraan  tentang  sifat  yang  wajib,  yang  mustahil  dan  yang  harus  bagi  rasul.  


Sedangkan  fiqh  banyak    membicarakan    tentang    peribadatan    dalam    Islam   seperti  sembahyang, puasa, zakat, dan penjelasan yang berhubungan dengan hal   itu.


Paham keagamaan yang dianut dan dikembangkan oleh H. Yunus bin H. Shaleh dalam bidang tauhid adalah paham ahlus sunnah wa al-jama`ah  lewat jalur sanusiyah dan dalam bidang fiqh adalah paham syafi`iyah.


H. Yunus bin H Shaleh kemudian dipilih dan dipercayai menjadi Pasirah Batang Asai sejak tahun 1945 sampai 1965.


Baca : Ulama Jambi (8)