12 Juli 2021

opini musri nauli : Negeri Astinapura : Pemimpin Padepokan

 

Dengan diiringi panji-panji kebesaran Kerajaan Astinapura, sang raja Astinapura kemudian mendatangi padepokan. Menemui pemimpin padepokan. 


“Tuanku, Raja Astinapura. Ada apakah gerangan. Sehingga tuanku yang agung mendatangi padepokan hamba ini, tuanku ?’, kata sang Pemimpin padepokan. Buru-buru keluar padepokan untuk menemui Raja Astinapura. 

“Wahai, Pemimpin padepokan. Tidak perlu menyambutku berlebihan. Engkau adalah Pemimpin padepokan. Yang mengajarkan ilmu kanuragan. Untuk diturunkan kepada para pendekar”, jawab sang raja. Wajahnya tenang. 


“Gerangan apakah yang hendak hamba haturkan kepada Kerajaan Astinapura. Sehingga para pendekar akan dikirimkan kepada kerajaan, tuanku”, jawab sang Pemimpin padepokan. 


“Ketahuilah, wahai Pemimpin padepokan. Serangan dedemit belum juga ditaklukkan para pendekar. Sudilah kiranya engkau mengirimkan para pendekar”, pinta sang Raja Astinapura. 


“Baiklah, tuanku. Beberapa purnama yang akan datang, para pendekar akan menghadap tuanku. Menjaga negeri astinapura dari serangan dedemit, tuanku”, jawab sang Pemimpin padepokan. 


“Terima kasih, Pemimpin padepokan. Tentu saja Rakyat astinapura akan menyambut senang dengan kerelaanmu mengirimkan para pendekar ke Istana. Menjaga negeri Astinapura dari serangan dedemit yang belum ditaklukkan”, kata sang Raja. 


“Kalau begitu, hamba pamit dulu”, lanjut sang Raja. Sembari meninggalkan padepokan. 


“Daulat, tuanku”, jawab sang Pemimpin padepokan.