09 Mei 2021

opini musri nauli : DEPATI

Istilah Depati yang kemudian dilekatkan kepada orang Rimba memang menarik untuk ditelusuri. 

Istilah “Depati” atau “Dipati sebagaimana dituliskan oleh Uli Kozok didalam “Kitab Undang-undang Tanjung Tanah – Naskah Melayu Yang Tertua” (Kitab Tanjung Tanah) adalah “berarti lebih daripada sekalian alam. Salah Satu lembaga yang diperkenalkan Raja Jambi 600 tahun yang lalu 


Berdasarkan peta Schetkaart Resindentie Djambi Adatgemeenschappen (Marga’s), Tahun 1910, maka daerah-daerah di Jambi telah dibagi berdasarkan Margo dan Batin.


Tideman didalam buku klasiknya “Djambi” tahun 1938 menyebutkan “Dusun adalah kumpulan kampung gelar Rio, Rio Depati atau Depati. Du daerah hilir penguasanya adalah Penghulu atau Mangku dibantu oleh seorang Menti (penyiar, tukang memberi pengumuman).


Sekedar gambaran Depati kemudian menunjuk Dusun-dusun yang termasuk kedalam Marga. Di Marga Serampas dikenal Tembo Induk dan Tembo Anak. Tembo Induk dan Tembo anak. Tembo Induk mencakup wilayah Depati Pulang Jawa, Depati Singo Negoro dan Depati Pemuncak Alam. Sedangkan Tembo anak mencakup wilayah Depati Pulang Jawa dan Depati karti Mudo menggalo. Sehingga dikenal “Depati Seri Bumi Puti Pemuncak Alam Serampas”, “Depati Pulang Jawa”, “Depati Singo Negoro”, “Depati Karti Mudo Menggalo”, “Depati Seniudo”, “Depati Payung”, “Depati Kertau” dan “Depati Siba (Perda Kabupaten Merangin No. 8 Tahun 2016 Tentang  Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat Marga Serampas”).


Didalam “Tijdschrift voor Nederlandsch IndiĆ«” disebutkan “Sungai Tenang dipimpin seorang Depati sebagai Kepala Marga dari Kota Tapas (Kototapus). Sedangkan Serampei dipimpin oleh Depati dari Tanjung Sri (Tanjung Kasri).


Di Marga Pratin Tuo dikenal Depati Pemuncak Alam, tempatnyo di dusun Tuo . Depati Karto Yudo, tempatnyo di dusun Tanjung Berugo, Nilo Dingin dan Sungai Lalang. Depati Penganggun Besungut Emeh, tempatnyo di dusun Koto Rami dan dusun Rancan dan Depati Purbo Nyato, tempatnyo di dusun Tiaro. 


Begitu juga yang disampaikan Sargawi mengenai Marga Tiang Pumpung menyebutkan ““Depati Manjuang di Muara Siau, Depati Agung di Pulau Raman, Rio Depati di Sekancing, Depati Purbo Alam di Dusun Baru, Renah Jelmu, Muara Sakai, Beringin Sanggul dan Renah Manggis. Depati Permai Yudo di Pulau Bayur, Depati Suko Berajo di Selango.