10 April 2021

opini musri nauli : Marga Pemayung Ulu (2)



Disebut Dusun Tebing Tinggi, karena memang dusunnya terdapat tebing yang tinggi. Sehingga tidak mengalami banjir.


Sebelum Dusun ini dijadikan tempat pemukiman, penduduk masih tinggal sebelah Timur Baluran Rimbo dekat Sungai Batanghari yang disebut Kuburan Rangkiling. Namun sering mengalami banjir sehingga pemuiman dipindahkan Sungai Peneradan Muara Sungai Muruh.


Didaerah yang baru yang tidak mengalami banjir, maka kemudian diusulkan nama Dusun menjadi Dusun Tebing Tinggi.


Masyarakat kemudian bertutur. Sebelumnya terdapat dua beradik yang bernama Kanggun dan Nyai Betet. Datuk Kanggun tinggal di Dusun Tebing Tinggi sedangkan Nyai Betet kemudian bermukin di Rantau Puri.


Sebelumnya Dusun Tebing Tinggi termasuk kedalam Marga Pemayung Ulu yang kemudian menjadi bagian dari Kecamatan Muara Bulian. Namun kemudian dimasukkan kedalam Kecamatan Pemayung yang sebelumnya merupakan Marga Pemayung Ilir.


Rantau Puri berarti “Rantau” dan Puri. Puri diartikan “anak kandung”.  Sesuai Seloko “setaburan ayam brugo”, maka “puyang” nenek Betet diberi tanah yang kemudian dikenal dengan nama Rantau Puri.


Disebut sebagai Dusun Sungai Baung karena disungai ini terdapat banyaknya ikan baung. Ikan baung adalah ikan khas di Jambi terutama di daerah hilir. Sedangkan ikan yang terdapat di hulu dikenal ikan Semah.


Disebut Dusun Olak atau Dusun Olahan karena terdapat air yang deras. Sehingga sering tenggelam penduduk disana.


Dusun Singoan diperkirakan adanya Singa. Disebut dusun Teratai karena didusun ini terdapat Bunga Teratai.


Sedangkan Dusun Durian Hijau karena dusun ini menghasilkan Durian yang hijau. Sementara versi lain menyebutkan Durian Hijau berasal dari Datuk Bilah Tua.


Napal Bersisik adalah dimana napalnya kemudian bersisik.


Sementara Muara Bulian, karena di Muara Sungai terdapat “rimbo bulian” atau terdapatnya hutan yang memang banyak pohon bulian. Bulian adalah tanaman khas Jambi yang terkenal “kekokohannya”, kebal dari rayap dan kuat. Sebagian orang juga menyebutkan “kayu besi”. Ada juga menyebutkan Muara Bulian dengan “Pangkal Bulian.


Sedangkan Cerita tentang Bajubang berasal dari kata “nama ikan”. Ikan yang lari ke laut. Sehingga dikenal Bajubang ke laut dan Bajubang di darat.


Setiap dusun dipimpin oleh Penghulu. Penghulu kemudian dibantu oleh Mangku yang menguasai Kampung.


Didalam perkembangannya berdiri Desa-desa baru yang bagian dari Marga Pemayung Ulu. Desa Sridadi merupakan wilayah Dusun Muara Bulian. Sedangkan Sungai Buluh merupakan wilayah Dusun Bajubang Darat.


Nama-nama Dusun kemudian masuk kedalam Kecamatan Muara Bulian kecuali Dusun Tebing Tinggi, Dusun Olak Rambahan, Dusun Kubu Kandang yang dimasukkan kedalam Kecamatan Pemayung.


Sehingga Kecamatan Pemayung terdiri dari Desa Awin, Desa Kaos, Desa Kuap, Desa Kubu Kandang, Desa Lopak Aur, Desa Lubuk Ruso, Desa Olak Rambahan, Desa Pulau Betung, Desa Pulau raman, Desa Selat, Desa Senaning, Desa Serasah, Desa Simpang Kubu Kandang, Desa Tebing Tinggi, Desa Teluk, Desa Teluk Ketapang dan Desa Ture.


Sedangkan Kecamatan Muara Bulian terdiri dari Desa dan Kelurahan yaitu Desa Aro, Desa Bajubang Laut, Desa Kilangan, Desa Malapari, Desa Muara Singoan, Desa Napal Sisik, Desa Olak, Desa Pasar Terusan, Desa Rambahan, Desa Rantau Puri, Desa Simpang Rantau Puri, Desa Singkawang, Desa Sungai Baung, Desa Sungai Buluh, Desa Tenam dengan 4 kelurahan. Yaitu Kelurahan Muara Bulian, Kelurahan Pasar baru, Kelurahan Rengas Condong, kelurahan Sridadi dan kelurahan Teratai.


Data dari berbagai Sumber